Home Investasi Apakah Investasi Reksadana Halal? Berikut Ini Penjelasannya

Apakah Investasi Reksadana Halal? Berikut Ini Penjelasannya

87
0

Apakah investasi reksadana halal? Banyak yang mempertanyakan hal seperti itu melalui email ke saya, mungkin anda juga memiliki pertanyaan yang sama. Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang hukum investasi reksadana menurut hukum islam yang saya ambil dari berbagai sumber.

apakah investasi reksadana halal

Bukan sesuatu yang salah jika anda sebagai seorang muslim memiliki sikap ke hati-hatian dalam melangkah, termasuk dalam menjalani sebuah investasi. Saya yakin mayoritas penduduk muslim Indonesia akan berpikir terlebih dahulu dan mencari informasi mendalam agar tidak keluar dari aturan agama.

Baca Juga : Investasi Reksadana Lebih Menguntungkan Daripada Emas? Benarkah Demikian?

Apakah Investasi Reksadana Halal?



Sehubungan dengan pertanyaan apakah investasi reksadana halal? anda sebagai umat muslim bisa bernafas lega pasalnya sudah ada fatwa MUI yang menyatakan investasi reksadana diperbolehkan asal dalam bentuk investasi reksadana syariah.

Fatwa DSN MUI ( Dewan Syariah Nasional majelis Ulama Indonesia ) tersebut tercantum dalam No. 20/DSN-MUI/IV/2001.

Investasi reksadana yang mengedepankan prinsip syariah dalam pengelolaannya saat ini tentu sudah banyak di Indonesia. Investasi reksadana syariah memiliki dua akad yaitu Wakalah dan Mudharabah.

Wakalah adalah pelimpahan kekuasaan oleh suatu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Akad ini suatu bentuk kesepakatan antara investor dengan MI ( manajer Investasi ) dimana seorang investor mempercayakan segala halnya kepada manajer investasi untuk mengelola dana investasi sesuai dengan kesepakatan yang tertera pada prospektus reksadana.

Mudharabah adalah suatu bentuk pelimpahan harta seseorang kepada orang lain untuk diperdagangkan dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh dibagi antara kedua belah pihak dengan persayaratan yang telah disepakati.

Baca Juga : Mengenal Reksadana Syariah dan Keuntungannya

Reksadana Berbentuk Syariah Halal

Sebagai catatan, reksadana merupakan kumpulan aset investasi dari berbagai investor yang dikelola oleh Manajer Investasi. Reksadana sendiri berbagai macam antara lain, Deposito, Surat Utang ( Obligasi ) dan Reksadana saham. Sedangkan reksadana syariah merupakan aset investasi yang mengedepankan prinsip syariah dalam pengelolaannya.

Deposito dan obligasi yang menjalankan sesuai prinsip syariah adalah yang menggunakan akad Ijarah ( sewa menyewa ) dan akad Mudharabah ( bagi hasil ).

Investasi Saham Berbentuk Syariah Halal

Selain itu, investasi saham juga termasuk jenis investasi yang diperbolehkan berdasarkan fatwa MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang pasar modal.

Persyaratannya, perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak menjalankan kegiatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah seperti :

  • Usaha perjudian
  • Lembaga keuangan konvensional ( Ribawi )
  • Perusahaan yang memproduksi, mendistribusikan dan memperdagangkan makanan dan minuman haram maupun barang dan jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat ( tidak memiliki manfaat )

Persyaratan lainnya adalah transaksi harus sesuai dengan ajaran islam dan tidak boleh mengandung unsur-unsur seperti :

  • Spekulasi ( Judi ) atau tanpa alasan jelas
  • Transaksi menggunakan margin
  • Transaksi jual dulu baru membeli ( short selling )
  • Transaksi memanfaatkan informasi dari orang dalam ( insider trading )

Untuk mempermudah anda dalam berinvestasi pada saham, di Indonesia ada beberapa instrumen investasi saham yang memiliki prinsip syariah. Semua tercantum dalam Daftar Efek Syariah ( DES ), Jakarta Islamic Index ( JII ), dan Indonesia Sharia Index ( ISSI ).

Sebagai Manajer Investasi yang mengelola reksadana syariah wajib mematuhi prinsip-prinsip tersebut sesuai prinsip syariah.

Baca Juga : Pengertian Investasi Reksadana Saham dan Resikonya

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya investasi reksadana itu Halal namun produk investasi reksadana yang dipilih adalah yang sesuai dengan prinsip syariah. Kesimpulan tersebut berdasarkan fatwa MUI yang sudah saya jelaskan di atas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here