Home Investasi Pahami Tentang Investasi Bodong Agar Tidak Tertipu

Pahami Tentang Investasi Bodong Agar Tidak Tertipu

72
0
SHARE

Pahami Tentang Investasi Bodong Agar Tidak Tertipu – Investasi bodong sampai saat ini sudah banyak memakan korban, aksi jahat ini dilakukan dengan cara offline maupun online. Namun yang lebih banyak terkuak adalah yang dilakukan secara online.

Pahami Tentang Investasi Bodong Agar Tidak Tertipu

Oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini mendirikan investasi bodong dengan tujuan hanya untuk memperkaya dirinya sendiri dengan cara penipuan. Calon korban diberikan iming-iming keuntungan besar yang tidak masuk akal, namun sayangnya banyak yang tergiur dengan tawaran-tawaran mereka.

Investasi jenis ini di Indonesia lebih banyak memakan korban bagi mereka yang masih minim informasi tentang investasi. Mereka kebanyakan pemula, sehingga lebih tergiur dengan keuntungan yang besar.

Untuk lebih mengenal investasi bodong, saya akan menjelaskan secara rinci tentang investasi bodong. Berikut ini ulasannya.

Pahami Terlebih Dahulu Apa Itu Investasi

Investasi secara garis besar adalah kegiatan menghimpun dana dari para anggota atau orang banyak dalam waktu tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan untung kedepannya.

Dana yang telah dihimpun dari penyetor atau pemilik dana akan dikelola oleh perusahaan investasi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan tersebut yang nantinya akan diberikan kepada investor sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga : Cara Mudah Investasi Emas di Pegadaian

Investasi Bodong Yang Marak Terjadi

1. Investasi Bodong Melalui Media Online

Saat ini media online adalah tempat yang paling banyak digunakan oleh kebanyakan orang. Oleh karena itu, media ini menjadi tempat yang nyaman untuk para oknum melakukan aksinya.

Biasanya modus yang dilakukan oleh oknum tersebut menggunakan social media seperti facebook, twitter maupun whatsapp. Mereka melakukan aksi jahatnya dengan mengajak para korban dengan kalimat-kalimat yang menggiurkan, sehingga banyak orang yang tergiur.

Untuk memberikan kepercayaan terhadap korban, mereka membuat situs yang digunakan sebagai identitas investasi yang mereka tawarkan serta digunakan sebagai media untuk pendaftaran. Dalam situs palsunya tersebut mereka memberikan informasi-informasi yang serba palsu mulai dari alamat kantor, ijin operasi dan sebagainya.

Yang jelas itu semua sudah mereka persiapkan secara matang untuk mengelabui para korbannya. Ketika mereka telah mendapatkan banyak dana yang disetorkan dari para korbannya, maka secara tiba-tiba mereka menutup situs investasi tersebut.

Maka jangan heran jika tiba-tiba saja website tidak bisa diakses dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Saat itu juga uang dari para korban dibawa kabur tanpa jejak.

Baca Juga : Memilih Investasi Reksadana atau Unit Link : Mana Yang Terbaik

2. Arisan Bodong

Jenis arisan bodong memang hampir sama dengan arisan pada umumnya, hanya saja arisan bodong menawarkan keuntungan yang lebih besar dari arisan biasa.

Arisan bodong ini juga kebanyakan dilakukan via online dan target korbannya adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka menghimpun dana arisan dengan iming-iming akan mendapatkan keuntungan setelah beberapa hari dengan nilai yang diluar akal sehat.

Tapi kenyataannya setelah hari pencairan, akun facebook mereka hilang dan dana arisan lenyap dibawa kabur.

3. Koperasi Bodong

Sesuai dengan fungsi sebenarnya, koperasi diharapkan mampu membantu mengembangkan ekonomi anggotanya. Tapi kenyataannya justru digunakan sebagai tindak kejahatan dengan menipu anggotanya.

Koperasi bodong memberikan iming-iming keuntungan yang lebih besar dibandingkan koperasi-koperasi pada umumnya. Namun pada akhirnya bukan keuntungan yang diperoleh, justru dana yang dihimpun dibawa kabur.

Baca Juga : Waspada Terhadap Koperasi Bodong, Pahami Ciri-Cirinya

Modus Investasi Bodong Yang Perlu Diwaspadai

Modus investasi bodong bisa dikenali dengan mudah. Berikut ini penjelasannya yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ).

Baca Juga : 6 Cara Investasi Emas Batangan Yang Menguntungkan

1. Menawarkan Keuntungan Tinggi Yang Tidak Masuk Akal

Anda harus menghindari jenis investasi yang menawarkan keuntungan tinggi yang tidak masuk akal. Seperti contoh investasi yang memberikan keuntungan hingga 40% hingga 100% per bulan.

Ini sudah jelas tidak masuk akal, karena keuntungan yang mereka tawarkan dengan persentase yang diluar logika.

2. Waktu Yang Singkat

Investasi bodong menawarkan keuntungan kepada para korbannya dalam waktu yang singkat, misalkan saja dalam satu bulan. Sudah jelas secara kenyataannya, dalam berinvestasi tidak secepat itu untuk memperoleh keuntungan.

3. Pembagian Keuntungan Berhenti Ditengah Jalan

Biasanya investasi bodong awalnya akan memberikan keuntungan secara tepat waktu terhadap anggotanya, namun tidak berselang lama pembagian keuntungan akan terhenti.

Pihak perusahaan atau koperasi akan memberikan alasan-alasan palsu untuk meminta anggotanya tetap berasabar. Yang akhirnya mereka melarikan diri dengan menghilangkan jejak.

4. Ada Pilihan Paket Investasi

Anggota akan diberikan pilihan investasi untuk bisa bergabung dengan perusahaan atau koperasi tersebut. Misal ada paket silver, gold dan platinum.

Semakin tinggi paket yang dipilih, maka semakin besar keuntungan yang diperoleh. Hal ini yang membuat orang banyak tergiur untuk bergabung.

Baca Juga : Berapa sih keuntungan investasi di reksadana?

5. Bonus Bagi Yang Mencari Investor Baru

Anggota yang sudah bergabung biasanya diberikan tugas untuk mencari investor-investor baru untuk mendapatkan bonus tambahan. Cara inilah yang menjadikan investasi bodong menyebar luas semakin harinya.

6. Perusahaan Tidak Jelas

Perusahaan investasi bodong biasanya adalah perusahaan-perusahaan baru yang tidak jelas rekam jejaknya. Artinya, bagi yang paham investasi harusnya tidak percaya dengan perusahaan tersebut.

Yang lebih bisa ditelusuri adalah perusahaan tersebut tidak terdaftar di OJK. Sehingga terkesan sembunyi-sembunyi dalam melakukan aksinya.

7. Pengelolaan Dana Tidak Jelas

Investasi bodong tidak jelas dalam pengelolaan dana investor, biasanya dana dikelola dengan cara skema ponzi, piramida atau money game. Keuntungan yang diperoleh sebenarnya dari dana investor yang baru bergabung, artinya jika tidak ada investor baru maka keuntungan macet.

Jika anda menemukan investasi bodong segera laporkan ke OJK untuk menghindari lebih banyak korban. Laporan bisa anda kirim melalui :

  • Layanan Konsumen OJK 1500655
  • Email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here