Home Bisnis Soichiro Honda : Pemuda Kampung Yang Gigih Pendiri Perusahaan Honda

Soichiro Honda : Pemuda Kampung Yang Gigih Pendiri Perusahaan Honda

124
0

Soichiro Honda : Pemuda Kampung Pendiri Perusahaan Honda – Tahukah anda bahwa penemu dan pendiri perusahaan honda adalah seorang pemuda miskin yang berasal dari desa Komyo, Shizuoka, Jepang bernama Soichiro Honda.

Soichiro Honda

Pemuda yang lahir pada 17 November 1906 ini walaupun berasal dari kampung, tetapi mempunyai tekad dan semangat yang kuat tertanam dalam dirinya. Soichiro Honda merupakan anak sulung dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Gihei Honda yang bekerja sebagai seorang tukang besi, dan memiliki bengkel reparasi.

Honda dari kecil memang sudah tertarik dengan dunia mesin. Bahkan sebelum masuk sekolah, di sela waktunya selalu membantu ayahnya mereparasi alat-alat pertanian di bengkel milik ayahnya. Honda kecil rela berdiri berjam-jam hanya untuk mengamati kinerja suatu mesin.

Ia juga sangat mengagumi hal-hal yang berbau teknologi. Pernah suatu ketika ia melihat mobil yang melintas, dikejarnya mobil itu dan bergelayut di belakang sambil membayangkan kerja motor penggerak mobil tersebut.

Pada usia 8 tahun, ia rela bersepeda sejauh 10 mil hanya untuk melihat pesawat terbang dari dekat. Selain hobi bersepeda, ia juga hobi mereparasi sepeda.

Dan pada usianya yang ke 12, bocah kecil ini mampu menciptakan sepeda pancal dengan model rem kaki.

Uniknya, Honda justru tidak terlalu pintar di sekolah. Nilainya selalu jelek, bahkan ia suka membolos sekolah. Honda ternyata lebih senang mendalami ilmu mesin ketimbang pelajarannya di sekolah.

Memasuki usia 15 tahun, Honda hijrah ke Tokyo untuk mencari pekerjaan. Dan ia mendapatkan pekerjaan sebagai cleaning service di Hart Sokay Company, merangkap sebagai pengasuh bayi bosnya.

Pada masa kerjanya, bosnya menemukan bakat Honda dalam bidang mesin. Ia jenius dan cekatan dalam masalah mesin, sehingga bosnya senang dengan kinerja dirinya.

Hingga pada usia 21 tahun Honda dipercaya oleh bosnya untuk memimpin kantor cabangnya di Hamamatsu. Ia menorehkan prestasi kerja yang bagus, karena hasil kerjanya yang cepat dan tepat. Ia selalu menyelesaikan segala kerusakan dengan baik, bahkan yang sudah ditolak oleh bengkel lain.

Pada usia 30 tahun, honda berhasil membuat velg dengan jari-jari logam ( saat itu mobil masih menggunakan velg dengan jari-jari kayu ). Penemuan Honda ini menjadi hak patennya yang pertama dan sekaligus menjadi kisah suksesnya yang pertama.

Pada tahun 1938 Honda keluar dari perusahaannya dan membangun sendiri usaha pembuatan ring piston. Namun sayang, produk ring pistonnya saat itu gagal karena ditolak oleh Toyota yang dianggap kualitasnya belum memenuhi syarat.

Kegagalan tersebut bukanlah penghalang bagi Honda untuk tetap berkarya, yang akhirnya ia memutuskan untuk kuliah untuk menemukan solusi dalam pembuatan ring piston. Saat kuliah, Honda termasuk orang yang tidak menyukai teori sehingga selalu mengkritik dosennya yang terlalu bertele-tele karena menitikberatkan teori daripada praktek.

Pada akhirnya Honda menorehkan kesuksesan dari kerja kerasnya, ring piston buatannya diterima Toyota.

Namun setelah perang dunia II, pabrik ring piston miliknya sempat terbakar dua kali. Honda pun mendirikan pabriknya lagi dari sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat. Sialnya, pabriknya kembali hancur oleh gempa bumi. Sehingga ia memutuskan menjual pabriknya ke Toyota.

Pada tahun 1947, Jepang mengalami kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Bahkan Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya.

Dalam keadaan yang terdesak justru Honda mampu menciptakan ide dengan memasang mesin pada sepeda dengan memanfaatkan mesin-mesin bekas perang. Ide inilah yang yang menjadikan cikal bakal sepeda motor saat ini.

Motor Honda pertama

Akhirnya pada 24 September 1948 berdirilah Honda Motor Company dengan produk pertamanya ” Dream ” dengan slogan perusahaan “The Power Of Dream”.

Dalam karirnya dengan perusahaan Honda, ia sempat mengalami masalah financial bahkan terancam akan bangkrut. Ia memang penemu dan mekanik yang sangat hebat, namun tidak pandai dalam mengelola keuangan. Kejadian inilah yang mempertemukan dirinya dengan Takeo Fujisawa, orang yang banyak membantu financial perusahaannya hingga bangkit dan menjadi nomor 1 di jepang.

Honda membuktikan bahwa setiap orang yang pantang menyerah akan menuai keberhasilan di kemudian hari, walaupun perjalanannya tidaklah mudah dan penuh rintangan.

Sukses bukan karena kita memiliki IQ yang jenius, tapi karena kegigihan yang kita lakukan. Jangan mudah menyerah ketika mengalami kegagalan.

Kekuatan mimpi mengantarkan ia menuju kesuksesan yang luar biasa. Walaupun berasal dari keluarga sederhana, orang kampung, dan berasal dari latar belakang bukan keturunan orang sukses, Honda membuktikan bahwa semua orang itu bisa sukses termasuk dirinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here