8 Penyakit Yang Tidak Lagi Ditanggung BPJS kesehatan Sepenuhnya

5
2656

Pihak BPJS Kesehatan ternyata akan memberlakukan aturan terkait pembiayaan terhadap penyakit-penyakit tertentu. Hal ini merupakan salah satu upaya agar anggaran tidak lagi mengalami defisit. Sehingga ada 8 penyakit yang tidak lagi ditanggung BPJS kesehatan sepenuhnya, pasalnya penyakit-penyakit tersebut yang dinilai sangat menguras biaya.

8 penyakit yang tidak lagi ditanggung BPJS kesehatan 1 - 8 Penyakit Yang Tidak Lagi Ditanggung BPJS kesehatan Sepenuhnya

 

Seperti yang kita ketahui bahwa tahun ini keuangan BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran mencapai 9 triliun Rupiah. Oleh karena itu munculah wacana untuk menghapus tanggungan terhadap 8 penyakit yang dinilai sangat menguras anggaran BPJS kesehatan.

Baca Juga : Panduan Cara Daftar BPJS Kesehatan Online

8 Penyakit Yang Tidak Lagi Ditanggung BPJS kesehatan



BPJS kesehatan selaku Badan Kesehatan Nasional selalu mencari solusi untuk menghindari adanya defisit anggaran. Berikut ini beberapa penyakit yang dinilai sangat menguras kantong BPJS kesehatan :

  1. Penyakit jantung
  2. Penyakit kanker
  3. Penyakit Gagal Ginjal
  4. Penyakit Stroke
  5. Penyakit Thalasemia
  6. Penyakit Sirosis hati
  7. Penyakit Leukimia
  8. Penyakit Hemofilia
Baca Juga : Kartu BPJS Hilang : Begini Prosedur Yang Harus Anda Lakukan

Dirut BPJS kesehatan, Fahmi Idris mengungkapkan bahwa pembiayaan untuk perawatan 8 penyakit tersebut sangat menguras anggaran BPJS kesehatan.

Berdasarkan data pada tahun 2016, total anggaran yang dikeluarkan oleh pihak BPJS Kesehatan untuk membiayai perawatan penyakit tersebut mencapai Rp 14,692 triliun atau sekitar 21,84% dari total pengeluaran biaya pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan tahun 2016. Dengan rincian sebagai berikut :

  • Penyakit Jantung > Rp 7,485 triliun
  • Penyakit Kanker > Rp 2,35 triliun
  • Penyakit Gagal Ginjal > Rp 2,592 triliun
  • Penyakit Stroke > Rp 1,288 triliun
  • Penyakit Thalasemia > Rp 485,193 miliar
  • Penyakit Sirosis Hepatitis > Rp 232,958 miliar
  • Penyakit Leukimia > Rp 183,295 miliar
  • Penyakit Hemofilia > Rp 119,64 miliar

Penghapusan tanggungan tersebut tidak dilakukan sepenuhnya, artinya akan diberlakukan Cost Sharing atau biaya yang dibagi antara peserta dan pihak BPJS kesehatan.

Jadi nantinya untuk pembiayaan penyakit tersebut tidak lagi ditanggung BPJS kesehatan sepenuhnya, melainkan akan ada porsi yang dibebankan kepada peserta BPJS kesehatan. Namun porsi Cost Sharing tersebut belum diputuskan saat ini karena masih dalam tahap hitung-hitungan.

Baca Juga :

Sebagai catatan, pembebanan cost sharing ini hanya akan diberikan kepada peserta BPJS kesehatan dari golongan masyarakat mampu saja.

5 COMMENTS

  1. Kalo begiitu bubarin aja BPJS ngak ada gunanya sptnya bukan lagi membantu kesehatan masyarakat tspi sdh mengarah ke untung rugi…nih namanya program tipu tipu takut berkurang gaji direkturnya yg lumayan gede…

  2. Apa tidak pernah terpikir leukimia, thalasemia, hemofilia gagal ginjal adalah penyakit yg butuh pengobatan berkelanjutan, dan memang sekali pengobatan saja biayanya tdk sedikit, jika tidak ditanggung BPJS lagi, apa pemerintah sengaja ingin membunuh pasien2 ini… apalagi banyak yg dr keluarga tdk mampu…Karna tdk menutup kemungkinan mereka tdk akan sanggup lagi untuk pergi ke RS untuk pengobatan lanjutannya…

  3. bpjs mulai 1 april tdak nenanggng penyakit berat seprti jantung,strok . kanker dll.yang ditanggun hanya penyakit pilek,panu,kadas , belekan. dan masuk anggin.

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar anda!
Masukkan nama anda disini