Apa itu Bitcoin : Sejarah, Kegunaan, dan Cara Mendapatkannya

0
740

Intanblog.com – Pernahkah anda mendengar tentang Bitcoin? Saya yakin pasti pernah, karena dalam dua tahun terakhir ini banyak sekali media dan masyarakat membicarakan mengenai Bitcoin. Hampir di setiap media berita online, social media, maupun perbincangan orang sehari-hari membahas mengenai perkembangan Bitcoin. Lalu sebenarnya apa itu Bitcoin?

Apa compressed - Apa itu Bitcoin : Sejarah, Kegunaan, dan Cara Mendapatkannya

Akhir-akhir ini Bitcoin banyak menjadi perbincangan hangat di berbagai media karena efek dari harga Bitcoin yang mampu melambung tinggi. Maka bukan hal yang aneh jika masyarakat di dunia banyak tertarik untuk lebih mengenal dan mencari tahu mengenai Bitcoin. Sepanjang sejarah perkembangan Bitcoin sejak pertama dikenal luas, harga Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2017 yaitu berada di angka Rp 297 Juta per coinnya.

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah sebuah mata uang digital yang tidak memiliki bentuk fisik, namun bisa digunakan sebagai alat transaksi pembayaran dan juga bisa diperjual belikan pada sebuah exchanger.



Berbeda dengan mata uang digital lainnya yang memiliki regulasi khusus dan menggunakan perantara pihak ketiga seperti jasa Bank, Bitcoin tidak memiliki semua itu. Jadi pada dasarnya Bitcoin merupakan aset digital yang menggunakan sistem Peer to Peer (P2P). Teknologi yang menjalankan untuk keperluan transaksi transfer dan terima Bitcoin dinamakan Blockchain.

Bitcoin tidak terikat oleh aturan-aturan khusus yang dikontrol oleh Pemerintah maupun Bank manapun. Bagi sebagian orang, Bitcoin memang dirasa sangat membingungkan. Tapi bagi sebagian lainnya, Bitcoin mudah dimengerti serta Bitcoin merupakan aset yang mampu memberikan keuntungan secara financial.

Sejarah Terbentuknya Bitcoin dan Penciptanya

Menurut berbagai sumber, Bitcoin pertama kali diperkenalkan oleh pemuda jenius yang berasal dari Jepang bernama Satoshi Nakamoto tahun 2009 silam. Awalnya Nakamoto menciptakan Bitcoin dengan maksud untuk membuat sebuah terobosan baru terkait mata uang yang bebas dari kontrol Pemerintah ataupun Bank sentral. Pada saat itu Nakamoto berpikir bahwa Bitcoin akan menjadi proyek digital yang akan menggantikan mata uang di masa depan.

Awal peluncuran Bitcoin memang tidak ada sambutan dari masyarakat. Artinya Bitcoin hanya dipandang sebelah mata oleh berbagai kalangan saat itu. Nakamoto membatasi jumlah Bitcoin yang beredar hanya maksimal sebanyak 21 Juta coin digital. Namun tidak langsung dikeluarkan seluruhnya sehingga pengguna yang ingin mendapatkan Bitcoin harus rela menambang atau mining.

Menambang Bitcoin dilakukan dengan memecahkan beberapa algoritma rumit dengan bantuan teknologi perangkat komputer. Setiap rumus matematika yang sangat rumit akan terpecahkan dan sebagai imbalannya pengguna akan mendapatkan beberapa Bitcoin. Untuk menjalankannya, perangkat komputer yang digunakan harus terus menyala non stop.

Baca : Cara Daftar Bitcoin Indonesia Serta Verifikasi Akun Terbaru 2019

Bagaimana Cara Mendapatkan Bitcoin?

Untuk memperoleh Bitcoin bisa dengan cara menambang seperti penjelasan di atas, atau juga bisa dengan cara membelinya melalui pihak ketiga seperti exchanger. Sejak tahun 2017 Bitcoin memang sudah banyak digunakan masyarakat sebagai instrumen investasi baru untuk mencari keuntungan.

Kebanyakan dari mereka membelinya melalui sebuah exchanger, kemudian menjualnya ketika harga naik atau melampaui target setiap individu. Pergerakan harga Bitcoin yang terbilang sangat fluktuatif diyakini dapat memberikan keuntungan tinggi bahkan bisa membuat penggunannya kaya mendadak seperti yang terjadi pada tahun 2017 yang lalu.

Baca : Cara Membeli Bitcoin di Indodax Tanpa Fee 0.3%

Bitcoin sebagai mata uang digital tentunya mempunyai beberapa fitur unik antara lain :

1. Transfer cepat secara peer to peer
2. Transfer bisa kemana saja lintas dunia
3. Biaya transfer sangat kecil
4. Transaksi tidak bisa dibatalkan
5. Transaksi bitcoin bersifat anonim
6. Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun
7. Bitcoin yang beredar mempunyai jumlah terbatas

Tempat untuk menyimpan bitcoin disebut dengan WALLET atau jika dalam mata uang fisik disebut REKENING. Untuk bisa melakukan transaksi transfer bitcoin, yang pertama harus mempunyai WALLET bitcoin terlebih dahulu.

Setelah mempunyai WALLET bitcoin, nanti kita akan diberikan bitcoin address atau bisa dikatakan alamat rekening bitcoin. Ini digunakan untuk transaksi terima atau kirim bitcoin.

Untuk melakukan transfer bitcoin sangatlah mudah, hanya memasukkan jumlah yang akan ditransfer dan memasukkan bitcoin address tujuan. Kita bisa melakukan transfer kemana saja ke seluruh penjuru dunia dengan menggunakan bitcoin, asalkan terkoneksi dengan internet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here