Apa Itu Cuci Darah? Pengertian, Proses, Biaya, dan Indikasi Medis

0
336

Intanblog.com – Tahukah anda apa itu cuci darah? Dalam dunia medis ada istilah yang biasa disebut dengan cuci darah. Anda juga pasti sering mendengar istilah tersebut bukan? Cuci darah biasanya dilakukan bagi pasien yang menderita gagal ginjal kronis dimana pasien sudah tidak bisa lagi diobati secara konservatif melalui diet dan obat-obatan. Oleh karena itu cuci darah sangat penting dilakukan untuk membuang racun atau toksin dalam darah.

Apa Itu Cuci Darah - Apa Itu Cuci Darah? Pengertian, Proses, Biaya, dan Indikasi Medis

Di saat ginjal tidak bisa lagi membuang racun dalam tubuh tentu saja racun-racun tersebut akan menumpuk di dalam darah. Untuk membuang racun tersebut maka pasien membutuhkan terapi cuci darah agar kualitas hidupnya lebih baik lagi.

Baca Juga : Biasakan Sarapan Pagi Agar Terhindar dari Penyakit Ini

Apa Itu Cuci Darah?

Pengertian cuci darah dalam dunia medis sering disebut sebagai Hemodialisis, yang berasal dari dua kata yaitu hemo atau darah dan dialisis atau pemisahan zat terlarut. Sehingga cuci darah atau Hemodialisis dapat diartikan sebagai proses pembersihan darah dari zat-zat dalam tubuh yang tidak lagi terpakai.

Cuci darah atau Hemodialisis ini dilakukan hanya bagi pasien yang organ ginjalnya telah mengalami kerusakan. Ginjal yang rusak berarti fungsinya juga mengalami gangguan atau tidak bekerja dengan baik. Seperti yang kita ketahui, fungsi ginjal adalah menyaring dan membuang limbah dalam tubuh seperti racun, garam berlebih, dan urea. Tanpa ginjal, limbah dan racun akan menumpuk dalam darah.

Akibat yang akan dirasakan pasien yang mengalami gangguan ginjal biasanya adalah tubuh mengalami berbagai masalah seperti masalah pada sendi dan tulang, nyeri tubuh, kelelahan, kulit gatal, tidut terganggu, dan mengalami anemia.

Baca Juga : Tes Warna Urine Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatan Anda, Begini Caranya

Proses Cuci Darah

Untuk melakukan cuci darah tentu saja ada prosedur-prosedur yang harus dilakukan agar prosesnya berjalan lancar. Proses cuci darah sendiri membutuhkan alat bantu atau mesin yang biasa disebut dengan mesin Dialiser. Jadi peran mesin dialiser ini nantinya menggantikan fungsi dari ginjal itu sendiri yaitu membuang zat-zat sampah yang ada di dalam darah.

Proses pembuangan zat sampah tersebut melalui tiga komponen utama antara lain mesin hemodialisis, selang hemodialisis (blood tubing), dan dialiser (ginjal buatan). Khususnya untuk ginjal buatan, alat tersebut memiliki bagian kapiler yang berfungsi memisahkan racun dari aliran darah.

Darah diambil dari tubuh pasien melalui leher atau paha dan dialirkan melalui selang ke dalam mesin dialiser untuk disaring, kemudian dikembalikan lagi ke dalam tubuh pasien. Kecepatan aliran darah pada saat proses cuci darah adalah sekitar 200-250 cc per menitnya. Selang yang telah digunakan biasanya hanya digunakan sekali pakai, jadi setelah dipakai akan langsung dibuang.

Proses cuci darah ini tidak menyakitkan dan biasanya dilakukan tiga kali dalam seminggu untuk menjaga agar kualitas tubuh tetap terjaga. Proses cuci darah juga membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 jam. Sampai saat ini cuci darah memang menjadi alternatif utama bagi pasien penderita gagal ginjal kronis untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak.

Baca Juga : Air Kelapa Muda : Kandungan, Manfaat, dan Cara Konsumsinya

Berapa Biaya Cuci Darah?

Dikutip dari berbagai sumber, rata-rata biaya cuci darah dalam sekli treatment adalah berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 1 Juta. Namun biaya tersebut belum termasuk tambahan biaya untuk Vitamin, Oksigen, dan lainnya.

Meskipun secara medis cuci darah efektif membuang racun atau toksin dalam darah, namun cuci darah tidak bisa menggantikan peran ginjal lainnya seperti membentuk hemoglobin dalam darah. Oleh karena itu pasien gagal ginjal masih tetap membutuhkan tranfusi darah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini