Apa Itu Stunting Pada Anak? Apa Saja Penyebabnya?

0
426

Kondisi anak yang mengalami stunting di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 tercatat mencapai 37,2 persen atau sekitar 9 juta anak. Stunting paling berisiko terjadi sejak bayi baru lahir hingga memasuki usia balita. Kondisi stunting sudah terlambat untuk ditangani secara medis setelah anak memasuki usia dua tahun. Lalu apa itu stunting pada anak? Apa penyebabnya?

apa itu stunting pada anak dan apa saja penyebabnya - Apa Itu Stunting Pada Anak? Apa Saja Penyebabnya?

Sebagai orang tua tentu kita harus memperhatikan betul terhadap tumbuh kembang anak sejak lahir khususnya kebutuhan gizinya yang harus terpenuhi. Karena kondisi stunting pada anak dipengaruhi oleh kebutuhan gizi yang dimulai sejak bayi lahir.

Baca Juga : Apa Itu Vape? Apakah Kandungan Zatnya Berbahaya Bagi Kesehatan?

Apa Itu Stunting Pada Anak?

Kondisi stunting adalah kondisi dimana seorang anak kekurangan asupan gizi pada awal proses pertumbuhan dan perkembangannya. Biasanya kondisi ini terjadi karena anak mengalami kekurangan gizi yang sangat parah atau kronis.



Ciri-ciri yang paling mendasar dan kasat mata pada anak dengan kondisi stunting adalah tubuhnya lebih pendek dari tinggi badan normal jika dibandingkan dengan anak-anak seumurannya. Orang biasa menyebutnya dengan sebutan kerdil. Stunting atau kekerdilan sebenarnya bisa dicegah sejak masa kehamilan, oleh karena itu peran ibu sangat penting.

Pada masa kehamilan sangat disarankan seorang ibu mengkonsumsi asupan gizi yang layak dan tercukupi hingga anak lahir dan berusia 18 bulan. Kesehatan anak tentu tidak lepas dari peran seorang ibu dalam menjaga kesehatan melalui pola makan sehat dan gizi yang cukup.

Baca Juga : Begini Caranya Membiasakan Hidup Sehat Setiap Hari

Penyebab Kondisi Stunting Pada Anak

Untuk mencegah semakin banyaknya kondisi stunting pada anak, tentu orang tua harus paham mengenai apa itu stunting dan apa saja penyebab utama hingga anak mengalami kondisi stunting.

Berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab atau yang mempengaruhi risiko terjadinya kondisi stunting pada anak :

1. Anemia dan Asupan Gizi Buruk

Anemia atau kekurangan darah yang terjadi pada calon ibu pada masa kehamilan adalah salah satu penyebab anak mengalami stunting. Selain itu kekurangan asupan gizi pada calon ibu juga sangat berisiko pada kondisi anak untuk mengalami stunting.

loading...

Hal yang lebih memperburuk kondisi kesehatan bayi adalah asupan gizi yang diperolehnya sangat kurang memadai. Sebagai contoh ketika bayi belum berusia enam bulan, namun orang tua sudah memberikannya air putih atau bahkan air teh. Padahal bayi pada masa-masa tersebut sangat membutuhkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai asupan gizi yang paling memadai.

Kebutuhan gizi seorang ibu ketika menjalani masa-masa pemberian ASI eksklusif juga harus diperhatikan. Karena ASI bersumber dari gizi yang diperoleh seorang ibu yang akan disalurkan pada bayi melalui ASI tersebut.

2. Lingkungan Tidak Sehat

Penyebab lainnya yang sangat mempengaruhi terjadinya kondisi stunting pada anak adalah lingkungan yang kotor atau tidak sehat. Lingkungan dengan kondisi yang kotor biasanya sangat rawan terjadinya penyakit diare dan cacingan yang lebih sering menyerang terhadap anak-anak.

Kedua penyakit tersebut jika terjadi pada anak-anak secara berulang-ulang, maka risikonya lebih besar untuk mengalami kondisi stunting. Hal tersebut diakibatkan oleh kontaminasi bakteri-bakteri penyebab diare dan cacingan.

Alhasil anak akan mengalami hilangnya nafsu makan, menghambat penyerapan nutrisi secara maksimal pada tubuh anak. Oleh sebab itu, kebersihan lingkungan anak sangat penting dimulai dari rumah tempat tinggalnya.

3. Minuman Beralkohol

Kebiasaan seorang ibu yang mengkonsumsi alkohol berlebihan ketika masa kehamilan dapat menimbulkan bayi lahir dengan sindrom alkohol janin atau Fetus Alcohol Syndrome (FAS).

Sindrom tersebut juga sangat berisiko menjadikan kondisi tubuh anak mengalami stunting. Karena anak yang mengalami FAS akan mengalami gejala seperti bentuk wajah yang tidak normal, pertumbuhan firik terhambat, dan mengalami beberapa gangguan mental.

Baca Juga : Penyakit Paru-Paru Basah, Kenali Gejala dan Penyebabnya Sejak Dini

Setelah anda mengetahui apa itu stunting dan beberapa penyebabnya, mulai dari sekarang anda perlu melakukan pencegahan secara maksimal. Salah satunya dengan mulai menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi. Kemudian terapkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada enam bulan pertama hingga anak usia dua tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here