Apa Itu Token GRAM? Yuk, Mengenal Lebih Jauh Crypto dari Telegram Ini

0
107

Intanblog.com – Aplikasi pesan singkat Telegram telah resmi mengeluarkan produk cryptocurrency yang diberi nama GRAM. Apa itu GRAM? Token GRAM adalah token utilitas asli yang dikembangkan di atas Telegram Open Network (TON). Token ini nantinya akan berfungsi sebagai cryptocurrency utama yang diterapkan di dalam aplikasi Telegram. Selain itu GRAM juga akan tersedia untuk penggunaan eksternal kedepannya.

Apa Itu Token GRAM Yuk Mengenal Lebih Jauh Crypto dari Telegram Ini - Apa Itu Token GRAM? Yuk, Mengenal Lebih Jauh Crypto dari Telegram Ini

Sampai dengan saat ini, untuk mendapatkan GRAM memang harus membelinya melalui putaran penjualan publik atau penjualan perdana pada sebuah platform yang ditunjuk oleh GRAM Asia. Sebagai contoh, di Indonesia anda bisa membelinya di Tokenomy Launchpad melalui putaran Token Sale yang dilakukan pada tanggal 19-31 Agustus 2019. Sebelumnya GRAM juga dijual perdana pada platform Liquid. Banyak yang memprediksi GRAM akan menjadi cryptocurrency yang banyak diadopsi di dunia setelah peluncuran TON kepada 260 juta pengguna aktif Telegram.

Baca juga : Cara Menarik Saldo Rupiah di Indodax (Withdraw) Terbaru

Apa Itu GRAM? Yuk, Kenali Lebih Jauh Crypto dari Telegram Ini

Telegram Open Network (TON) sebagai teknologi yang menjalankan token GRAM merupakan proyek jaringan blockchain yang dirancang cepat, aman, terukur agar mampu menangani jutaan transaksi per detik. TON sendiri memang sejatinya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan proyek blockchain lainnya seperti Ethereum maupun Bitcoin.

TON hadir sebagai solusi terhadap ketidakmampuan platform blockchain yang ada saat ini untuk mendorong adopsi cryptocurrency mainstream. Teknologi ini akan memenuhi kecepatan dan kebutuhan skalabilitas yang diperlukan untuk adopsi secara massal sambil mempertahankan sifat desentralisasinya.

Bagaimana untuk proses penjualan perdananya?

Sebagian besar platform yang melakukan Token sale GRAM telah menjalin kerja sama dengan GRAM Asia. Siapa GRAM Asia? Mereka adalah pemegang token GRAM terbesar di Asia dan akan mendukung ekosistem TON dengan mengerahkan modal yang besar. GRAM Asia membuka jaringan yang luas dari mitra strategis untuk menyediakan operasi dalam bentuk Inkubator, Node, Likuiditas, dan pembayaran.

Untuk mendorong integrasi yang luas dengan ekosistem TON, maka GRAM Asia bekerja sama dengan lembaga keuangan berlisensi untuk menyediakan gateway pembayaran yang aman dan stabil bagi pengguna di Asia. Untuk info lebih lanjut mengenai GRAM Asia, silahkan anda baca disini https://gramasia.com.

Token GRAM Akan Dikunci Selama 18 Bulan

Token GRAM memiliki total supply sebanyak 5 miliar token, dimana pada awal tahun 2018 mereka membukukan penjualan sebesar $1.700.000.000 kepada 180 privat investor. Penjualan privat tersebut menghabiskan hampir setengah dari dari semua alokasi token. Berikut ini data distribusi token GRAM :

  • 52% – Akan disimpan sebagai cadangan Perusahaan
  • 44% – Dijual kepada investor dalam penjualan pribadi. Para investor harus memegang token mereka selama periode penguncian yaitu 18 bulan.
  • 4% – Disimpan sebagai cadangan team developer

Seperti yang kita ketahui, pada penjualan token GRAM ke publik pada Tokenomy launchpad dihargai $4 per tokennya.

Baca juga : Token GRAM Milik Telegram Hadir di Tokenomy Launchpad

Kelebihan Token GRAM

Keuntungan utama Gram dibandingkan cryptocurrency lainnya adalah keramahan pengguna. Karena platform Telegram Open Network terintegrasi dengan aplikasi messenger Telegram, antarmuka dompetnya akan menjadi lebih akrab dan intuitif. Oleh karena itu, mata uang akan mudah digunakan bahkan untuk pemula. Seperti yang diklaim oleh pendiri TON, GRAM akan menjadi mata uang digital utama yang pertama atau mainstream cryptocurrency.

Ekosistem Telegram, yang telah ada dan telah terbukti keandalannya, akan menawarkan cara-cara sederhana untuk membeli token asli serta menyediakan berbagai layanan untuk membelanjakannya. Di masa depan, dengan menggunakan ID terverifikasi mereka bersama dengan bot yang menerima kartu kredit, pengguna Telegram akan dapat membeli dan menukar mata uang digital dengan cara yang legal dan tanpa batas.

Baca juga : Indodax Segera Terdaftar Resmi di Bappebti dan Tersertifikasi ISO

Kegunaan Token GRAM

Selain sebagai alat pembayaran utama pada Telegram Open Network, token GRAM juga nantinya akan digunakan untuk :

  • Untuk memilih berbagai perubahan dalam parameter protokol
  • Sebagai komisi untuk pemrosesan transaksi dan kontrak pintar
  • Untuk menghasilkan blok dan koin baru serta memvalidasi transaksi
  • Untuk membayar pendaftaran nama domain berbasis blockchain (TON DNS) dan hosting situs web Jaringan Terbuka Telegram (TON WWW)
  • Untuk membayar alamat IP dan penganoniman identitas serta memintas sensor dari penyedia layanan Internet lokal (TON Proxy)
  • Untuk membayar layanan pihak ketiga dalam aplikasi terdesentralisasi yang dibangun di atas platform (TON Services)
  • Untuk membayar penyimpanan data dengan cara yang terdesentralisasi (Penyimpanan TON)

Jadi kesimpulannya, token GRAM sepertinya akan menjadi token yang sangat menjanjikan kedepannya. Namun kita bisa membuktikannya nanti setelah teknologi TON resmi dirilis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini