Bahaya Stunting Terhadap Kesehatan Anak Pada Masa Pertumbuhan

0
374

Kondisi stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang terjadi pada anak. Kondisi tersebut dapat terjadi karena anak tersebut mengalami malnutrisi atau kekurangan nutrisi dalam waktu yang cukup lama. Adapun beberapa bahaya stunting terhadap kesehatan anak pada masa pertumbuhan.

bahaya stunting terhadap kesehatan anak pada masa pertumbuhan - Bahaya Stunting Terhadap Kesehatan Anak Pada Masa Pertumbuhan

Kondisi stunting pada anak bisa terdeteksi ketika anak memasuki usia dua tahun. Ketika anak masih di bawah usia dua tahun sulit untuk mendeteksi, dikarenakan saat usia tersebut anak masih dalam proses penulangan atau masih mengalami tumbuh kembang.

Baca Juga : Apa Itu Stunting Pada Anak? Apa Saja Penyebabnya?

Bahaya Stunting Terhadap Kesehatan Anak Pada Masa Pertumbuhan

Anak yang mengalami kondisi stunting memiliki tinggi badan yang tidak normal atau lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak seumurannya. Berdasarkan data Kepmenkes Nomor 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak, tinggi badan anak usia dua tahun mencapai 87,1 cm (laki-laki) dan 85,7 cm (perempuan).



Penyebab anak mengalami kondisi stunting sebenarnya dimulai ketika masa kehamilan dimana seorang ibu kekurangan asupan gizi, kekurangan energi dan kalori. Risiko lain yang kerap terjadi juga ketika bayi lahir dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR), panjang bayi baru lahir kurang dari 48 cm. Semua hal tersebut terjadi karena ada masalah serius ketika masa kehamilan.

Beriku ini beberapa bahaya stunting terhadap kesehatan anak :

1. Prestasi Anak Terganggu

Kondisi stunting selalu dikaitkan dengan kemampuan otak yang kurang berkembang secara normal, hal ini dapat menimbulkan konsekusensi bahaya untuk jangka panjang. Risiko yang terjadi jika otak kurang berkembang adalah :

  • Kecilnya kemampuan mental dan kapasitas untuk belajar
  • Buruknya prestasi sekolah
  • Meningkatkan risiko penyakit kronis terkait gizi seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas

Kondisi ini tentu akan berpengaruh besar terhadap masa depan anak di usia dewasa karena akan mengalami kesulitan mendapat pekerjaan.

Baca Juga : 3 Gerakan Olahraga Yang Berguna Untuk Meningkatkan Daya Ingat

2. Beresiko Terserang Penyakit

Kondisi stunting pada anak memiliki resiko yang tinggi untuk terserang penyakit berbahaya, bahkan hingga terjadi kematian dini.

3. Akan Menurun Pada Generasi Berikutnya

Yang sangat berbahaya adalah ketika kondisi stunting memiliki risiko yang tinggi untuk diturunkan pada generasi berikutnya dalam satu keturunan. Hal ini dalam dunia medis disebut dengna siklus kekurangan gizi antargenerasi.

4. Gangguan Persalinan

Kondisi anak stunting ketika memasuki masa dewasa, khususnya bagi perempuan yang mengalami kehamilan akan mengganggu proses persalinan. Pasalnya penderita stunting memiliki panggul yang lebih kecil dan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Baca Juga : Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil Muda Yang Wajib Dikonsumsi

Mencegah Stunting Sejak Dini

Stunting atau kekerdilan pada anak tentu bukan hal yang diharapkan oleh semua orang, termasuk anda bukan? Oleh karena itu pencegahan adalah cara yang paling tepat untuk menghindarinya.

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah kondisi stunting pada anak :

  • Mengkonsumsi asupan nutrisi yang cukup ketika masa kehamilan dan saat menyusui
  • Memberikan nutrisi yang baik kepada bayi, salah satunya seperti pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia dua tahun
  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama kebersihan lingkungan tempat tinggal seperti sanitasi yang ideal dan melakukan kebiasaan cuci tangan setelah melakukan aktifitas

Kebiasaan hidup sehat seorang ibu ketika memasuki masa kehamilan memegang peranan penting terhadap kesehatan janin hingga kelak ia dewasa. Nutrisi yang baik dan tercukupi akan membuat tumbuh kembang anak terus dalam kondisi sehat hingga dewasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here