Home Investasi Beberapa Keuntungan dan Resiko Investasi Reksadana

Beberapa Keuntungan dan Resiko Investasi Reksadana

221
0
BAGIKAN
2 - Beberapa Keuntungan dan Resiko Investasi Reksadana

Reksadana sendiri merupakan salah satu jenis investasi yang banyak diburu oleh para investor karena sebagai salah satu alternatif investasi yang sangat menarik.

Keuntungan Investasi Reksadana

Ini beberapa keuntungan yang diperoleh investor reksadana :

Baca juga : Apa Itu Reksadana?

1. Dana Dikelola Oleh Manajemen Yang Profesional

Dana yang dihimpun dari para investor akan dilaksanakan dan dikelola secara baik oleh para Manager Investasi sesuai dengan keahliannya tentang hal pengelolaan dana.

Dengan adanya manager investasi dengan perannya yang sangat penting ini sangat membantu bagi investor individu yang pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu.

Manajer investasi bekerja melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.

Baca juga : Mengenal Reksadana Syariah dan Keuntungannya

2. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portfolio akan mengurangi resiko, dengan maksud dana dari para investor reksadana akan diinvestasikan ke berbagai jenis efek tidak pada satu jenis efek saja sehingga untuk resikonya pun akan tersebar.

Dengan kata lain, resikonya tidak sebesar dengan seseorang yang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara pribadi.

3. Informasi Yang Transparan

Informasi yang diterima oleh investor reksadana akan diberikan secara continue berupa perkembangan portfolionya dan biayanya sehingga investor dapat lebih leluasa memantau keuntungan, biaya dan resikonya setiap saat.

Reksadana juga akan memberikan informasi tentang Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari melalui surat kabar.
Serta menerbitkan laporan keuangan setengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4. Likuiditas atau Nilai Pengembalian Yang Tinggi

Reksadana mempunyai nilai likuiditas yang tinggi sehingga para investor bisa mencairkan dananya kembali setiap saat sesuai dengan ketetapan yang dibuat masing-masing reksadana.

Sehingga para investor mampu mengelola kasnya dengan baik.

5. Biaya Rendah

Reksadana itu merupakan kumpulan dana dari para pemodal atau investor dan kemudian dikelola secara profesional, sehingga berpengaruh terhadap biaya yang semakin efisien.

Beda dengan biaya jika melakukan transaksi sendiri di bursa efek secara pribadi.

Resiko Investasi Reksadana

Selain memiliki keuntungan, investasi reksadana juga memiliki resiko yang dihadapi oleh investor :

Baca juga : Pengertian Investasi Reksadana Saham dan Resikonya

1. Resiko Menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih)

Penurunan NAB disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portfolio reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal.

Penyebab penurunan harga pasar dipengaruhi oleh banyak hal, antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik yang tidak menentu, dan masih banyak lagi faktor penyebabnya.

2. Resiko Liquiditas

Resiko ini terjadi jika ada beberapa investor reksadana melakukan penarikan dana besar-besaran secara bersamaan dalam hari dan waktu yang sama.

Ini dapat terjadi karena ada pengaruh dari situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya kebangkrutan dari beberapa emiten yang saham atau obligasinya diikuti oleh reksadana tersebut.

3. Resiko Pasar

Resiko pasar terjadi ketika harga investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya pasar saham atau pasar obligasi secara drastis.

Oleh karena itu, sebelum membeli reksadana tertentu kita harus memperhatikan tren pasar dari instrumen portfolio reksadana tersebut.

4. Resiko Default

Terjadi jika manager investasi membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan, padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja yang akhirnya pihak emiten tidak mampu membayar.

Ini merupakan kurang ketatnya peran Manager Investasi dalam melakukan pembelian obligasi.

Tidak menutup kemungkinan bahwa investasi dimanapun tempatnya dan apapun produknya, semua mempunyai resiko yang harus kita tanggung.

Dengan mempertimbangkan resiko tersebut, kita bisa dengan mudah memilih tempat investasi yang cocok sesuai kriteria masing-masing.

BERIKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komentar anda
Silahkan masukkan nama anda disini