Benarkah Sunat atau Khitan Ditanggung BPJS Kesehatan?

0
121

Mungkin masih banyak masyarakat yang belum begitu memahami perihal penggunaan manfaat dari BPJS Kesehatan. Seperti halnya masyarakat yang mempertanyakan soal sunat atau khitan. Benarkah sunat atau khitan ditanggung BPJS Kesehatan? Maksud dari pertanyaan ini adalah, apakah benar BPJS Kesehatan menanggung sepenuhnya biaya sunat atau khitan bagi masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan?

Benarkah sunat atau khitan ditanggung BPJS Kesehatan - Benarkah Sunat atau Khitan Ditanggung BPJS Kesehatan?

Bagi masyarakat yang beragama islam, kegiatan sunat atau khitan sudah menjadi kewajiban sebagai perintah agama khususnya kaum pria. Sunat atau khitan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya mengurangi infeksi penyakit seksual, mengurangi risiko infeksi saluran kemih, mengurangi risiko kanker prostat, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Cara Cetak Kartu e-ID Sebagai Pengganti Kartu BPJS Kesehatan

Benarkah Sunat atau Khitan Ditanggung BPJS Kesehatan?

Dalam hal ini BPJS Kesehatan sebagai lembaga Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjamin masyarakat khususnya untuk biaya kesehatan tentu memiliki prosedur yang berlaku. Jika peserta menjalankan sesuai dengan prosedur maka pembiayaan pengobatan pasien peserta BPJS Kesehatan akan sepenuhnya ditanggung pihak BPJS.



Sedangkan untuk kasus sunat atau khitan, memang pihak BPJS Kesehatan akan menanggung seluruh biayanya namun jika sunat atau khitan tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Artinya sunat atau khitan yang dilakukan tersebut memang atas permintaan Dokter karena adanya indikasi medis yang mengharuskan pasien tersebut wajib disunat.

Biasanya pasien tersebut menderita jenis penyakit yang mengharuskan dilakukannya sunat atau khitan antara lain seperti :

  • Fimosis atau keadaan dimana terjadi konstriksi atau penyempitan dari ujung kulit depan (foreskin) penis
  • Parafimosis atau kondisi saat kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis
  • Balantis atau pembengkakan dan rasa nyeri atau iritasi kulit dan kepala penis
  • Hipospadia atau kondisi keabnormalan pada saluran kemih atau uretra dan penis
  • Dan penyakit lainnya atas pemeriksaan Dokter yang mengharuskan untuk disunat

Jadi jika sunat atau khitan yang dilakukan atas permintaan sendiri dan kondisi yang bersangkutan dalam keadaan sehat, maka BPJS Kesehatan tidak menanggung biayanya. Ini sebenarnya juga berlaku terhadap tindakan medis lainnya yang belum anda ketahui apakah ditanggung atau tidak oleh BPJS Kesehatan. Artinya jika tindakan medis tersebut di luar prosedur yang berlaku maka BPJS Kesehatan tidak menanggung biayanya.

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar anda!
Masukkan nama anda disini