Besaran Iuran BPJS Kesehatan Setelah Naik 1 Juli 2020

0
107

Intanblog.com – Per 1 Juli 2020 iuran BPJS Kesehatan mulai naik kembali. Padahal sebelumnya kenaikan iuran BPJS Kesehatan sempat dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Namun Pemerintah akan kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan dengan dasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berapa besaran iuran BPJS Kesehatan setelah naik pada 1 Juli 2020?

besaran iuran bpjs kesehatan setelah naik 1 juli 2020

Berdasarkan isi dari Perpres tersebut, kenaikan iuran nilainya hampir dua kali lipat dari iuran sebelumnya. Perubahan iuran ini lebih dirasakan bagi peserta mandiri seperti Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Namun untuk peserta kelas III mendapatkan subsidi dari Pemerintah, sehingga sedikit membantu meringankan iuran bulanannya.

Baca Juga :   Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan Hingga 99% Selama Pandemi Covid-19, Benarkah?

Baca juga : Syarat Pendaftaran BPJS Kesehatan Online dan Offline Terbaru

Besaran Iuran BPJS Kesehatan Setelah Naik 1 Juli 2020

Pemerintah harus menaikkan iuran karena kondisi keuangan BPJS Kesehatan saat ini terus mengalami defisit. Untuk tetap memberikan pelayanan dan manfaat yang maksimal, maka kenaikan iuran bulanan sangat perlu dilakukan.

Berikut ini besaran iuran BPJS Kesehatan setelah naik per 1 Juli 2020

Iuran sebelum kenaikan

  1. Kelas I sebesar Rp 80.000 per orang
  2. Kelas II sebesar Rp 51.000 per orang
  3. Kelas III sebesar Rp 25.500 per orang

Iuran setelah kenaikan

  1. Kelas I sebesar Rp 150.000 per orang (Naik 85,18%)
  2. Kelas II sebesar Rp 100.000 per orang (Naik 96,07%)
  3. Kelas III sebesar Rp 25.500 per orang (Tahun depan jadi Rp 35.000)
Baca Juga :   Cara Mengecek Tunggakan BPJS Kesehatan Terbaru

Untuk kelas III pada tahun ini sebagian iuran akan dibayarkan oleh Pemerintah sebesar Rp 9.500, sehingga peserta hanya membayar Rp 25.500 atau masih sama dengan iuran sebelumnya. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, adalah untuk menjaga keberlanjutan BPJS Kesehatan. Perlu anda ketahui, BPJS Kesehatan sejak tahun pertama beroperasi memang sudah mengalami defisit anggaran. Nilainya terus mengalami kenaikan hingga tercatat pada tahun 2019, defisit anggaran BPJS Kesehatan mencapai Rp 13 Triliun.

Baca juga : Tata Cara Penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

Kinerja BPJS Kesehatan yang terus mengalami defisit kemudian mendapatkan banyak kritik dan sorotan dari berbagai pihak. Pemerintah melalui kementerian keuangan juga telah memberikan dana talangan untuk membantu sirkulasi keuangan di BPJS Kesehatan agar bisa kembali membaik, tapi kenyataanya setiap tahunnya tetap mengalami defisit. Oleh karena itu Pemerintah memutuskan harus menaikkan iuran bulanan bagi peserta BPJS Kesehatan pada tahun ini.

Baca Juga :   Kelas BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Ini Penjelasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here