BPJS Ketenagakerjaan Mandiri : Pengertian, Program dan Manfaatnya

0
856

Intanblog.com – BPJS ketenagakerjaan merupakan program pemerintah pengganti JAMSOSTEK sebagai badan yang mengurusi jaminan sosial dan proteksi pekerja Indonesia. Peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan warga asli Indonesia maupun warga asing yang bekerja di Indonesia sekurang-kurangnya selama enam bulan. Berdasarkan kategorinya, BPJS Ketenagakerjaan dibagi menjadi dua yaitu BPJS Ketenagakerjaan karyawan dan BPJS Ketenagakerjaan mandiri.

BPJS Ketenagakerjaan Mandiri : Pengertian, Program dan Manfaatnya

Pada kesempatan kali ini saya sebenarnya hanya akan menjelaskan mengenai BPJS Ketenagakerjaan mandiri saja. Namun sebaiknya anda juga mengetahui sedikit mengenai BPJS Ketenagakerjaan karyawan. Secara garis besarnya, BPJS Ketenagakerjaan karyawan adalah program BPJS Ketenagakerjaan yang diperuntukkan bagi seorang karyawan atau pekerja Penerima Upah (PU) pada sebuah Perusahaan.

Pengertian BPJS Ketenagakerjaan Mandiri

Sedangkan pengertian BPJS Ketenagakerjaan mandiri adalah program BPJS Ketenagakerjaan yang diperuntukkan bagi perorangan atau pekerja mandiri atau pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Yang dimaksud dengan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut.

Baca Juga :   Kelas BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Ini Penjelasannya

Beberapa contoh profesi yang termasuk peserta BPJS Ketenagakerjaan mandiri adalah tukang ojek, sopir angkot, pedagang keliling, Dokter, pengacara/advokat, artis, dan lainnya. Intinya BPJS Ketenagakerjaan mandiri ditujukan untuk pemberi kerja, pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri dan pekerja yang tidak termasuk pekerja di luar hubungan kerja yang bukan menerima upah.

Untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mandiri (BPU), calon peserta diharuskan mendaftarkan sendiri melalui kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau bisa juga dilakukan via online. Hal ini berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan yang secara otomatis akan didaftarkan oleh Perusahaan tempatnya bekerja.

Baca Juga : Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Online Bagi Pekerja Mandiri

Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Mandiri

BPJS Ketenagakerjaan menawarkan beberapa program jaminan perlindungan bagi peserta mandiri antara lain adalah program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Masing-masing program tersebut memiliki manfaat penting bagi peserta, berikut ini penjelasannya.

Baca Juga :   Cara Mengecek Tunggakan BPJS Kesehatan Terbaru

1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program ini meliputi jaminan yang terdiri dari biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi, penggantian upah sementaraTidak Mampu Bekerja (STMB), santunan cacat tetap sebagian, santunan cacat total tetap, santunan kematian, biaya pemakaman, santunan berkala bagi yang meninggal dan cacat total tetap.

Iuran yang dibayarkan oleh peserta sendiri setiap bulannya adalah sebesar 1% berdasarkan nominal penghasilan yang dilaporkan ketika melakukan pendaftaran.

2. Jaminan Kematian (JK)

Program jaminan kematian ini memberikan manfaat berupa biaya pemakaman dan santunan berkala. Sedangkan iuran yang ditanggung peserta setiap bulannya adalah sebesar Rp 6.800.

3. Jaminan Hari Tua (JHT)

Program jaminan yang satu ini memberikan manfaat bagi pesertanya ketika memasuki masa pensiun yang terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetorkan ditambah dengan hasil pengembangannya. Peserta akan dikenakan biaya iuran bulanannya sebesar 2% dari nominal penghasilan yang dilaporkan.

Baca Juga :   Besaran Iuran BPJS Kesehatan Setelah Naik 1 Juli 2020

Program di atas adalah penjelasan secara garis besarnya, untuk lebih jelasnya mengenai program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan bisa anda baca penjelasan lengkapnya melalui artikel sebelumnya disini.

BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Khusus Untuk Pekerja Mandiri Bukan Penerima Upah (BPU)

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan mandiri pada dasarnya diperuntukkan khusus untuk pekerja mandiri yang tidak menerima upah atau gaji.

Baca Juga : Cara Cetak Kartu BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Mandiri (BPU)

Dari empat program jaminan yang tersedia, khusus untuk peserta mandiri hanya menerima tiga program jaminan saja yaitu JKK, JK, dan JHT sedangkan satu program yang tidak termasuk di dalamnya adalah Jaminan Pensiun (JP). Karena JP ini merupakan program jaminan khusus untuk peserta Penerima Upah (PU).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here