Cara Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Berobat Gratis

0
392

Intanblog.com – Masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan baik itu peserta mandiri maupun non mandiri memiliki hak untuk memperoleh layanan kesehatan gratis di beberapa fasilitas kesehatan. Program jaminan kesehatan dari pemerintah ini memang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia agar memperoleh layanan kesehatan dengan baik. Lalu bagaimana cara menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat gratis?

Cara Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Berobat Gratis

Peserta yang telah teredukasi dengan baik pasti paham dengan syarat dan prosedur yang harus dilakukan ketika berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Namun kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum paham cara menggunakannya ketika melakukan pengobatan. Memang harus ada syarat dan prosedur berobat menggunakan BPJS Kesehatan agar biayanya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.

Cara Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Berobat Gratis

Untuk bisa menggunakan BPJS Kesehatan secara umum melalui fasilitas kesehatan yang menjadi mitra BPJS, anda harus memenuhi persyaratan utama yaitu kartu BPJS harus dalam keadaan aktif. Sebaiknya cek status kartu BPJS Kesehatan apakah masih aktif atau tidak. Untuk memastikan bahwa kartu BPJS Kesehatan masih dalam keadaan aktif sebenarnya mudah yaitu anda selalu membayar iuran secara rutin setiap bulannya. Karena jika anda telat bayar iuran BPJS Kesehatan sebulan saja maka statusnya akan di non-aktifkan sementara.

Jika persyaratan utama tersebut telah terpenuhi, maka anda bisa menggunakan layanan berobat secara gratis. Ya, anda sama sekali tidak akan dikenakan biaya apapun ketika berobat jika menggunakan kartu BPJS. Namun harus tetap mengikuti prosedur yang berlaku yang ditetapkan pihak BPJS. Berikut ini beberapa syarat dan prosedur yang perlu anda lakukan.

Baca juga : Apa Itu Kader JKN KIS? Apa Saja Tugasnya?

1. Kunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes 1)

Hal pertama yang harus anda datangi ketika berobat yakni Faskes 1 atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Faskes 1 meliputi Puskesmas, klinik, Dokter umum dan Rumah sakit tipe D. Tapi perlu diingat, Faskes 1 yang harus didatangi harus sesuai dengan yang tertera pada kartu BPJS anda. Sebagai contoh pada kartu BPJS tertera Puskesmas kecamatan A, maka Faskes 1 yang harus di datangi adalah Puskesmas kecamatan A.

Bagaimana jika tidak mendatangi sesuai dengan Faskes yang tertera pada kartu BPJS? Ya, secara otomatis anda akan dilayani sebagai pasien umum bukan pasien BPJS Kesehatan. Sehingga biaya berobatnya akan ditanggung menggunakan uang pribadi.

Perlu diperhatikan juga, sebagai persyaratan administrasi anda akan ditanyakan kartu BPJS Kesehatan dan kartu E-KTP. Jadi pastikan kedua persyaratan tersebut harus dibawa ketika berobat.

Baca juga : Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan : Syarat dan Prosedurnya

2. Jika Sakitnya Serius, Maka akan Dirujuk ke Rumah Sakit

Setelah menjalani pemeriksaan melalui Faskes 1 anda akan diberikan resep obat sesuai dengan anjuran dokter. Hal ini jika kasus penyakitnya memang masih bisa ditangani di Faskes 1. Ada banyak kasus dimana setelah melakukan pemeriksaan pada Faskes 1 ternyata Dokter menganjurkan pasiennya untuk berobat di Rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih lanjut.

Prosedurnya, Dokter akan memberikan surat rujukan untuk anda berobat ke Rumah sakit yang ditunjuk. Surat rujukan tersebut merupakan persyaratan dokumen yang perlu dibawa ketika berobat ke Rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan. Terkecuali jika kondisi pasien sudah masuk kriteria gawat darurat, maka tidak diperlukan lagi surat rujukan.

Perlu diingat, surat rujukan yang berlaku hanya hasil rekomendasi dari Dokter pada Faskes 1. Jadi jika pasien yang meminta sendiri surat rujukannya tanpa melakukan pemeriksaan sebelumnya atau bukan atas rekomendasi Dokter maka surat rujukan tersebut tidak berlaku.

Setelah mendapatkan surat rujukan maka anda bisa berobat ke rumah sakit dengan membawa persyaratan dokumen seperti kartu BPJS Kesehatan, E-KTP, dan Surat rujukan dari Faskes 1. Dengan persyaratan tersebut maka anda berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis sepenuhnya di Rumah sakit.

Baca juga : Tata Cara Penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

3. Layanan Kesehatan yang Diberikan Rumah Sakit untuk Peserta BPJS Kesehatan

Melakukan pengobatan di Rumah sakit tentu memerlukan biaya yang mahal, namun tidak bagi peserta BPJS Kesehatan. Itulah manfaat dan pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan, karena seluruh biaya pengobatan akan dicover oleh BPJS. Kita juga tidak pernah tahu kapan datangnya sakit, oleh karena itu siapkan sedini mungkin agar kita tetap nyaman.

Perihal berobat di Rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan, peserta akan memperoleh haknya sesuai dengan kelas yang diambil. Peserta dengan kelas 3 akan mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan kels 3, begitu juga dengan kelas 2 dan kelas 1. Untuk pengobatan rawat jalan, biasanya hanya jenis obatnya yang membedakan antara kelas 1, 2, dan 3.

Sedangkan jika untuk pasien rawat inap rinciannya sebagai berikut :

  1. Pasien kelas 1 akan memperoleh ruangan dengan fasilitas kamar rawat inap antara 2 hingga 4 tempat tidur.
  2. Pasien kelas 2 akan mendapatkan ruangan dengan fasilitas kamar rawat inap antara 3 hingga 5 tempat tidur pada setiap ruangannya.
  3. Sedangkan pasien kelas 3 akan mendapatkan ruangan rawat inap dengan fasilitas tempat tidur antara 4 hingga 6 setiap kamarnya.

4. Pasien Bisa Mengajukan Naik Kelas Rawat Inap

Pihak BPJS Kesehatan memberikan kebebasan kepada pesertanya untuk bisa mengajukan naik kelas ketika menjalani pengobatan rawat inap. Namun biaya tambahan kenaikan kelas tersebut akan ditanggung oleh pasien menggunakan uang pribadi. Biasanya kenaikan kelas hanya untuk ruangannya saja. Hal ini dikarenakan saat itu ruangannya sedang penuh atau memang atas permintaan sendiri dari pasien.

Sebagai contoh anda melakukan pengobatan di Rumah sakit A, pada saat itu piahk Rumah sakit menganjurkan anda untuk menjalani rawat inap dikarenakan kondisinya perlu penanganan medis lebih serius. Pada saat bersamaan, ternyata ruangan rawat inap untuk kelas yang tertera pada kartu BPJS sedang penuh dan untuk kelas di atasnya masih ada yang kosong. Maka anda akan naik kelas hanya untuk ruang rawat inapnya saja, sedangkan layanan lainnya akan mengikuti kelas yang anda ambil. Dan biaya tambahan untuk ruangannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Baca juga : Iuran BPJS Kesehatan Terbaru dan Ketentuannya

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat gratis baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Agar haknya terpenuhi sebagai peserta BPJS Kesehatan, maka anda wajib mengetahui dan menjalankan syarat dan prosedur yang berlaku. Bagikan ke teman, saudara, dan tetangga anda informasi penting ini agar semua masyarakat teredukasi dengan baik.

Baca informasi lainnya terkait BPJS Kesehatan DISINI. Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan DISINI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini