Dua Marketplace Cryptocurrency Jepang Dihentikan Sementara

0
108

Dua marketplace cryptocurrency Jepang dihentikan sementara sebagai sanksi yang dilakukan oleh pihak The Financial Services Agency (FSA). Sanksi yang diberikan ini terkait problem yang dialami kedua marketplace tersebut sehingga merugikan pengguna (member). Salah satunya atas kejadian pencurian ratusan juta Dollar dalam bentuk cryptocurrency yang terjadi belum lama ini.dua marketplace cryptocurrency jepang dihentikan sementara sebagai sanksi - Dua Marketplace Cryptocurrency Jepang Dihentikan Sementara

Jepang sebagai salah satu negara di dunia yang melegalkan peredaran mata uang digital seperti Bitcoin dan kawan-kawan baru-baru ini mengeluarkan peraturan baru dan pemberian sanksi bagi beberapa marketplace cryptocurrency yang tidak mematuhi aturan.

Baca Juga : Hacker Memanipulasi Harga Viacoin di Market Binance

Dua Marketplace Cryptocurrency Jepang Dihentikan Sementara

Kedua marketplace cryptocurrency tersebut adalah FSHO dan Bit Station yang masing-masing memiliki kantor di Yokohama dan Nagoya. FSA memberikan sanksi berupa pemberhentian operasioanal sementara untuk keduanya dalam waktu satu bulan dimulai sejak kamis, (8/3/2018).

Baca Juga : 4 Cryptocurrency Baru Yang Bisa Bikin Kaya Mendadak

Pihak FSA menilai FSHO tidak memiliki sistem yang aman dan tepat dalam memantau perdagangan cryptocurrency. Selain itu mereka juga belum memberikan pelatihan khusus kepada karyawannya. Sedangkan Bit Station diberikan sanksi sama dengan FSHO terkait masalah yang dilakukan oleh seorang karyawannya karena mengalihkan mata uang digital milik pengguna (member) dan digunakan untuk keperluan pribadi sehingga merugikan pengguna.



Sanksi tegas juga diberikan kepada marketplace Coincheck untuk segera memperbaiki sistem bisnisnya terkait peretasan dan pencurian mata uang digital NEM senilai $530 juta pada bulan Januari 2018. Atas kejadian itu Coincheck diminta untuk mengembalikan dana dari 260.000 pengguna yang telah kehilangan coin NEM.

Nilai dana ditaksir hingga mencapai $400 juta yang harus dikembalikan pihak Coincheck kepada pengguna. NEM sendiri merupakan salah satu cryptocurrency yang memiliki ranking 10 besar dilihat dari jumlah kapitalisasi pasar.

Baca Juga : Bankera Membagikan Token Yang Tidak Terjual Kepada Investor

Berlanjut pada bulan Februari 2018, Coincheck juga digugat oleh dua perusahaan dan lima orang untuk segera mengembalikan dana mereka senilai $184.000 ditambah dengan Bunga yang hilang akibat peretasan yang dilakukan hacker.

Semakin maraknya tindakan peretasan yang dilakukan hacker terhadap beberapa marketplace cryptocurrency maka mendorong pihak otoritas Jepang untuk mengeluarkan peraturan baru. Bagi semua marketplace atau bursa pertukaran mata uang digital (cryptocurrency) wajib mendapatkan lisensi dari FSA melalui proses yang ketat.

Dengan adanya aturan tersebut, maka diharapkan tidak ada lagi kasus peretasandan masalah-masalah lain yang merugikan pengguna. Sehingga akan lebih aman dan nyaman dalam penggunaannya.

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar anda!
Masukkan nama anda disini