Filipina Meraup Untung Rp 938 Miliar Dari Lisensi Perdagangan Crypto

0
105

Otoritas pemerintah Filipina yang mengatur terkait zona ekonomi khusus Cagayan menuturkan bahwa Filipina meraup untung Rp 938 Miliar dari lisensi perdagangan crypto yang mereka keluarkan. Pemasukan tersebut mereka peroleh dari pembayaran lisensi dari Perusahaan perdagangan mata uang crypto yang beroperasi di negara tersebut.

Filipina menginginkan Rp 938 Miliar dari lisensi pertukaran crypto - Filipina Meraup Untung Rp 938 Miliar Dari Lisensi Perdagangan Crypto

Pada hari Selasa waktu setempat, kantor berita pemerintah Filipina juga melaporkan bahwa mereka baru saja memberikan lisensi operasi prinsip untuk Perusahaan perdagangan mata uang crypto yang berbasis di Hong Kong.

Baca Juga : Program Pandora Box Vexanium Berhadiah 100 Token Vex

Filipina Meraup Untung Rp 938 Miliar Dari Lisensi Perdagangan Crypto

Otoritas pemerintah, Cagayan Economic Zone Authority (CEZA) juga mengatakan bahwa penerbitan baru tersebut merupakan bagian dari total sebanyak 25 lisensi prinsip yang akan diberikan pada Perusahaan platform perdagangan mata uang crypto di negaranya.

Masih menurut CEZA, masing-masing Perusahaan yang diberikan wewenang tersebut akan diizinkan untuk mengeluarkan lebih dari empat lisensi reguler.



Raymundo Roquero, wakil administrator senior CEZA, mengungkapkan bahwa CEZA mengenakan biaya sebesar $360 ribu setara Rp 5,04 Miliar untuk lisensi prinsip dan sebesar $85 ribu setara Rp 1,19 Miliar untuk lisensi reguler. Namun Ia tidak menjelaskan apa perbedaan lisensi prinsip dan lisensi reguler yang dimaksudkan dalam pernyataannya tersebut.

Baca Juga : Tangkap Hacker Dihadiahi Rp 3,4 Miliar Oleh Binance, Tertarik?

Roquero juga menambahkan , dengan adanya sistem lisensi bertingkat bagi Perusahaan perdagangan crypto maka otoritas keuangan tersebut berharap memperoleh keuntungan sebesar 3,6 Miliar peso atau $67 juta setara 938 Miliar Rupiah.

Selain biaya lisensi yang dibayarkan satu kali, Perusahaan perdagangan crypto tersebut juga diwajibkan membayar 0,1% untuk setiap transaksi yang terjadi di dalam platform perdagangan mereka kepada otoritas CEZA.

Sampai saat ini CEZA telah menerima 70 pengajuan dari Perusahaan perdagangan crypto dan mereka akan mengeluarkan banyak lisensi dalam beberapa bulan mendatang. Kabarnya saat ini sebanyak 6 Perusahaan yang mengajukan telah membayar lunas biaya lisensi.

Kemudian sebagai bagian dari persyaratan lisensi, Perusahaan bursa crypto yang terdaftar di otoritas Filipina juga diwajibkan berinvestasi minimal sebesar $1 juta atau setara dengan Rp 14 Miliar dalam waktu 2 tahun.

Baca Juga : Pengertian Bullish, Bearish dan Sideways Dalam Trading Cryptocurrency

Pada bulan Agustus tahun 2017 yang lalu, otoritas keuangan Filipina juga telah mengeluarkan lisensi pertamanya untuk dua Perusahaan perdagangan Crypto lokal yang sampai saat ini masih beroperasi.

source : coindesk

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar anda!
Masukkan nama anda disini