Home Bisnis Berikut Ini Beberapa Gerai Ritel Yang Tutup Lantaran Sepi Pengunjung

Berikut Ini Beberapa Gerai Ritel Yang Tutup Lantaran Sepi Pengunjung

0
1421

Bukan hanya terjadi di Indonesia, beberapa gerai ritel yang tutup lantaran sepi pengunjung juga terjadi secara global. Hal ini rupanya sudah menjadi fenomena dimana belanja di gerai ritel saat ini bukan lagi menjadi pilihan bagi kebanyakan orang.

Beberapa gerai ritel yang tutup

Perkembangan jaman yang beralih ke dunia yang serba digital atau online adalah salah satu penyebab berubahnya pola belanja manusia saat ini. Walaupun belum sepenuhnya, namun mereka lebih nyaman belanja secara online yang bisa dilakukan di rumah melalui market-market online yang banyak berkembang saat ini.

Baca Juga : Pengertian Bisnis Startup Yang Makin Populer di Indonesia

Beberapa Gerai Ritel yang Tutup



Dengan adanya perubahan pola belanja yang sedang terjadi saat ini, maka memaksa beberapa gerai ritel yang mengalami penurunan omset karena sepi pengunjung untuk menutup gerainya agar tidak terlalu banyak mengalami kerugian.

Berikut ini beberapa gerai ritel yang tutup untuk menghindari kerugian yang semakin besar :

1. Matahari Departement Store

Gerai Ritel Yang Tutup

Matahari Departement Store merupakan bagian dari Lippo Group yang sudah lama menjalankan bisnis ritelnya di Indonesia. Hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia terdapat departement store ini.

Baca Juga :   Furniture Jakarta: Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Furnitur

Namun secara mengejutkan mereka telah menutup 2 gerai bisnis ritelnya yang berada di Pasaraya Blok M dan Manggarai. Bahkan dalam waktu dekat atau pada akhir tahun ini Matahari Departement Store yang berada di Mall Taman Anggrek juga akan di tutup.

Penutupan tersebut disinyalir karena menurunnya penjualan ritelnya yang mengakibatkan omsetnya menurun drastis.

2. Ramayana Departement Store

Gerai Ritel Yang Tutup

Karena mengalami kerugian yang besar, Ramayana Departement Store dibawah naungan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk secara mengejutkan juga menutup sebanyak 8 gerai ritelnya yang berada di berbagai daerah.

Gerai-gerai yang ditutup tersebut antara lain 2 gerai di Surabaya, 1 gerai di Gresik, 1 gerai di Banjarmasin, 1 gerai di Bulukamba, 1 gerai di Bogor, 1 gerai di Pontianak dan 1 gerai di Sabang.

Baca Juga : Inilah Tipe Kerjasama Yang Ditawarkan Bisnis Franchise Alfamart

3. Lotus Departement Store

Gerai Ritel Yang Tutup

Penutupan gerai juga dilakukan oleh Lotus Departement Store yang merupakan bisnis ritel milik PT Mitra Adiperkasa Tbk. Tidak tanggung-tanggung, Lotus memutuskan untuk menutup semua gerainya yang berada di jakarta, Bekasi dan Cibubur lantaran terus mengalami kerugian akibat sepinya pengunjung.

4. Debenhams Departement Store

Gerai Ritel Yang Tutup

Ritel ini juga masih dibawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk atau sama dengan Lotus. Namun Debenhams merupakan lisensi dari bisnis ritel multinasional dari Inggris.

Baca Juga :   Belanja Online di Shopee Kena Pajak 10%, Ini Jenis Produknya

Debenhams Departement Store memutuskan untuk menghentikan bisnis ritelnya secara total di Indonesia antara lain yang berada di kemang, Karawaci dan Senayan City.

5. H&M Store

Gerai Ritel Yang Tutup

H&M ( Hennes & Mauritz ) Store merupakan perusahaan ritel multinasional yang menjual produk pakaian asal Swedia. Dikabarkan departement store ini telah menutup beberapa gerainya sampai dengan puluhan gerai yang ada di Eropa.

Namun sampai saat ini gerai-gerai H&M yang berada di Indonesia masih beroperasi seperti biasa dan tidak mengalami penutupan seperti di negara-negara lain.



6. Bebe Store

Gerai Ritel Yang Tutup

Bebe store merupakan butik pakaian yang berasal dari California, Amerika serikat. Butik ini juga dikabarkan telah menutup ratusan gerainya yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia, Bebe store memiliki setidaknya 9 gerai yang tersebar di 3 kota, Jakarta, bandung dan Surabaya.

Baca Juga : Kunci Sukses Berbisnis Untuk Pemula

7. Hero Supermarket

Gerai Ritel Yang Tutup

Ritel milik PT Hero Supermarket Tbk ini juga telah menutup hingga 74 gerainya yang terdiri dari jenis Supermarket dan Hypermarket. Hal ini karena dampak dari pelemahan ekonomi yang terjadi saat ini di Indonesia.

Baca Juga :   Tips Belanja Online di Shopee GRATIS ONGKIR

8. Hypermart

Gerai Ritel Yang Tutup

Walaupun tidak menutup semua gerai ritelnya, namun Hypermart tahun ini telah menutup 2 gerainya karena mengalami penurunan penjualan dan merugi.

9. Giant Hypermart

Gerai Ritel Yang Tutup

Akibat mengalami penurunan penjualan yang drastis, 5 gerai ritel Giant yang berada di Malaysia juga telah dinyatakan ditutup.

10. Sevel atau 7-Eleven

Gerai Ritel Yang Tutup

Gerai yang sangat dikenal dengan sebutan Kafenya anak muda dan gaul ini adalah salah satu bukti melemahnya daya beli masyarakat saat ini. Secara mengejutkan, ritel jenis convenient store ini mengakui tidak mampu bertahan lagi sehingga terpaksa menutup semua gerainya.

Biaya operasional yang tidak sesuai dengan pendapatan memaksa Sevel untuk berhenti eksis di dunia bisnis ritel.

Kesimpulan

Itulah beberapa gerai ritel yang tutup lantaran sepi pengunjung. Rupanya perkembangan jaman memiliki dampak yang signifikan terhadap pola kehidupan manusia. Kemajuan teknologi membawa manusia menuju dunia yang serba simpel dan instant, sehingga segala kebutuhannya bisa terpenuhi tanpa harus keluar rumah.

Seharusnya hal ini harus diikuti oleh pelaku bisnis ritel dengan semakin berinovasi sesuai dengan perkembangan jaman saat ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here