Google Plus Tutup Usia Mulai 2 April 2019, Ini Alasannya

0
109

Intanblog.com – Anda tentu tidak asing dengan social media Google Plus (Google+) yang merupakan produk besutan dari Perusahaan raksasa Teknologi yaitu Google. Pada informasi terbaru yang dipublikasikan pihak Google bahwa Google Plus tutup usia mulai 2 April 2019 mendatang. Artinya, seluruh layanan terkait dengan Google Plus akan resmi diberhentikan atau ditutup.

Google Plus Tutup Usia Mulai 2 April 2019 Ini Alasannya - Google Plus Tutup Usia Mulai 2 April 2019, Ini Alasannya

Kabar ini sudah pasti sangat mengejutkan banyak pihak karena Google Plus merupakan produk yang pada awalnya digadang-gadang bakal disukai dan ramai pengguna. Namun kenyataannya nama besar dari pembuat Google Plus yaitu Google tidak mampu membuatnya sukses seperti halnya social media lainnya yaitu Facebook maupun instagram. Sebenarnya apa alasan yang melatarbelakangi penutupan Google Plus?

Baca Juga : Begini Cara Membuat Halaman Facebook atau Fanspage Facebook

Google Plus Tutup Usia Mulai 2 April 2019, Ini Alasannya

Jika anda selalu mengikuti perkembangan berita mengenai Google Plus sebenarnya informasi terkait penutupannya sudah kencang terdengar sejak akhir tahun 2018 tepatnya pada bulan Desember. Sesuai dengan informasi yang saya kutip dari berbagai sumber, Google Plus tutup usia karena alasan tertentu. Alasan pertama yang diungkapkan pihak Google yaitu karena Google Plus sepi peminat dan tidak mampu bersaing dengan layanan sejenis.



” Pada Desember 2018, kami mengumumkan keputusan kami untuk menonaktifkan Google+ versi konsumen pada April 2019 karena rendahnya penggunaan dan tantangan dalam mempertahankan produk sukses yang memenuhi ekspektasi konsumen. Kami ingin mengucapkan terima kasih karena Anda telah menjadi bagian dari Google+ dan ingin memberitahukan langkah selanjutnya, termasuk cara mendownload foto dan konten Anda lainnya. “

Pernyataan di atas adalah kutipan dari pihak Google yang dipublikasikan melalui blog resminya. Di dalam pernyataan tersebut sudah dipastikan bahwa Google mengakui bahwa Google Plus sangat rendah peminat sehingga sangat sulit untuk dipertahankan. Pada tanggal 2 April 2019 akun Google Plus dan halaman Google Plus pengguna akan secara resmi dinonaktifkan. Pada waktu yang bersamaan, seluruh konten yang ada di dalamnya juga ikut dihapus.

Sejak tanggal 4 februari 2019, pengguna sudah tidak bisa lagi membuat profil, halaman, komunitas, atau acara Google+ baru. Sebelum jatuh tempo pada hari eksekusi penutupan, pengguna masih bisa mengunduh konten-konten yang menurutnya penting. Maka jika saat ini anda adalah pengguna Google Plus, sebaiknya segeralah download konten yang menurut anda penting sebelum akhirnya hilang tidak bisa diakses.

Baca Juga : Cara Cek Nomor Smartfren Via SMS dan Dial Phone Terbaru 2019

Alasan Lain Google Plus Tutup Usia Yang Paling Banyak Disoroti

Selain karena alasan sepi peminat, alasan lain yang paling banyak disoroti media adalah adanya bug pada API Google Plus. Bug tersebut disinyalir berpotensi mengekspos data pribadi dari lebih dari 500.000 pengguna ke berbagai developer pihak ketiga sejak 2015 hingga 2018. Tentu dengan adanya bug ini, developer pihak ketiga bisa dengan mudah mengakses sejumlah data pribadi dari akun pengguna maupun data teman pengguna yang terdaftar pada layanan Google Plus.

Data-data pribadi tersebut meliputi nama, alamat, usia, dan informasi lainnya. Walaupun pihak Google Plus menyatakan bahwa bug yang terjadi telah mereka perbaiki pada bulan Maret 2018, namun nyatanya isu tersebut memiliki efek besar sehingga mulai ditinggalkan pengguna.

Google Vice President of Enginering, Ben Smith mengungkapkan bahwa pengguna hanya membuka akun Google Plus mereka tak lebih dari dua detik saja. Ini menandakan bahwa pengguna bisa jadi tidak sengaja membuka akun mereka lalu meninggalkannya. Disamping itu, dari sekitar 100 Juta pengguna hanya ada sekitar 3,5 juta akun yang aktif menggunakan Social media tersebut.

Perjalanan Google Plus Sejak Berdiri Hingga Akhirnya Tutup Usia

Setelah sebelumnya Google gagal dengan beberapa produk social media lainnya seperti Orkut (2004), Google Friend Connect (2008) dan Google Buzz (2010) kemudian Google kembali merilis social media lainnya yakni Google Plus.

Sejak secara resmi dikenalkan ke publik pada Juni 2011 oleh Google, platform social media tersebut sempat diklaim bakal menjadi lawan serius social media besutan Mark Zuckerberg yaitu Facebook.

Platform Google Plus memiliki fitur bernama Circles yang memudahkan pengguna dalam membuat grup berdasarkan hubungan seperti keluarga, teman, ataupun rekan kerja. Fitur ini akan memudahkan obrolan pengguna karena sesuai dengan grup yang mereka ikuti. Menariknya, pengguna dipermudah dalam pembuatan grup dan diklaim lebih baik dari Facebook.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Google Plus untuk menggaet pengguna. Pasalnya hanya dalam waktu dua minggu sejak perilisan, jumlah penggunanya telah mencapai 10 juta. Jumlah pengguna terus bertambah pada satu bulan berjalan sehingga menjadi 25 juta pengguna. Bahkan hingga akhir tahun 2011, Google Plus mengklaim telah memiliki 90 juta pengguna.

Namun pertumbuhan pengguna yang begitu masif, bukan menjadi jaminan platform social media tersebut bakal sukses. Hal ini yang diungkapkan oleh Mark Zuckerberg, dimana jumlah pengguna tidak bisa menjamin penggunanya akan terus menggunakan secara aktif selama beberapa waktu kedepan.

Pernyataan Mark dipertegas lagi dengan ungkapan bahwa social media harus mampu membangun grafik yang menggambarkan hubungan secara personal dari masing-masing penggunanya.

Memasuki tahun 2013 ternyata perjalanan Google Plus mulai melambat. Apalagi kebijakan-kebijakan baru yang dikeluarkannya selalu menuai kecaman dari penggunanya. Seperti halnya kebijakan yang mengharuskan pengguna untuk menggunakan nama asli pada akun miliknya. Serta kurang cakapnya mereka dalam menanggulangi persoalan spam juga menuai banyak kritik.

Kebijakan-kebijakan yang terlalu mengharuskan pengguna ternyata menjadi bumerang. Banyak pihak yang menganggap, pencapaian pengguna yang mencapai 500 juta pada tahun 2013 bukanlah karena bentuk ketertarikan seseorang terhadap social media tersebut. Melainkan karena mereka dipaksa untuk membuat akun Google Plus agar bisa mengakses layanan lainnya dari Google seperti Gmail dan Youtube. Sehingga Google Plus dianggap bukan sebagai situs yang ingin dikunjungi pengguna, namun lebih seperti keharusan dari layanan lain milik Google.

Minimnya pengguna hingga masalah keamanan menjadikan alasan Google mengumumkan ke publik untuk menutup layanan Google Plus pada Oktober 2018. Penutupan ini untuk menghindari hal-hal lebih besar lagi yang tentunya tidak diinginkan oleh banyak pihak seperti yang terjadi pada Facebook dengan Cambridge Analytica.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here