Harga Bitcoin Anjlok Selama Tiga Hari Terakhir, Ini Penyebabnya

0
350

Harga Bitcoin anjlok dalam tiga hari terakhir di semua pasar perdagangan cryptocurrency. Menurut data market Indodax, Bitcoin dalam 24 jam terakhir telah menyentuh harga terendah di level Rp 58 Juta per coinnya. Berbanding terbalik dengan bulan lalu yang stabil di atas Rp 80 Juta. Anjloknya harga Bitcoin, memaksa harga aset digital lainnya juga ikut anjlok.

Harga Bitcoin terus mengalami penurunan selama dua bulan terakhir - Harga Bitcoin Anjlok Selama Tiga Hari Terakhir, Ini Penyebabnya

Banyak pihak yang mempertanyakan dengan anjloknya harga Bitcoin. Mereka tidak habis pikir akan secepat ini harga Bitcoin mengalami penurunan. Padahal mereka juga memprediksi alur pergerakan harga Bitcoin berpotensi sama dengan tahun lalu, dimana pada November tahun lalu harga Bitcoin mampu menyentuh Rp 150 Juta.

Baca Juga : Harga Bitcoin Terus Mengalami Penurunan Selama 2 Bulan Terakhir

Harga Bitcoin Anjlok, Ini Penyebabnya

Setiap terjadi penurunan harga Bitcoin, pasti selalu diiringi dengan kejadian-kejadian yang memiliki pengaruh paling serius. Misalkan saja setiap ada isue besar terkait Bitcoin, maka harga Bitcoin akan turun. Isue itu biasanya memang menyudutkan mata uang crypto pertama tersebut yang akhirnya membuat investor panik.



Seperti yang terjadi pada anljloknya harga Bitcoin kali ini karena ada pengaruh serius dari pernyataan pihak tertentu terhadap Bitcoin.

Menurut berita yang dikutip dari media online asing, Bloomberg, bahwa penurunan harga Bitcoin kali ini dipengaruhi oleh pernyataan keras dari Benoit Coeure selaku anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa. Benoit Coeure menyatakan bahwa “Bitcoin merupakan salah satu ide yang sangat pintar. Sayangnya, tidak semua ide pintar itu adalah ide yang bagus,” kata Benoit Coeure Kamis. “Bitcoin adalah bibit jahat dari krisis keuangan.”

Selain itu, Benoit Coeure juga mengatakan bahwa dia setuju dengan pernyataan kepala BIS, Agustin Carstens, dimana pada bulan Juni lalu pernah mengatakan bahwa “Cryptocurrency adalah secara singkatnya itu adalah Bubble, skema ponzi, dan bencana lingkungan”.

Tampaknya pernyataan itu membuat investor Bitcoin panik, sehingga terjadilah aksi jual masal yang mengakibatkan harga Bitcoin dalam tiga hari terakhir anjlok.

Baca Juga : Premium Member Vexgift : Manfaat dan Cara Membelinya

Harga Bitcoin Anjlok, Nilai Kapitalisasi Pasar Bitcoin Menurun Drastis

Dampak dari penurunan harga Bitcoin adalah menurunnya nilai kapitalisasi pasar Bitcoin itu sendiri. Walaupun memang untuk dominasi pasar cryptocurrency masih dipegang Bitcoin dengan persentase 53%.

Bulan lalu kapitalisasi pasar (Marketcap) Bitcoin masih berada di kisaran US$112.15 miliar, sekarang hanya tinggal US$77.59 miliar. Itu artinya bulan ini nilai kapitalisasi pasar Bitcoin mengalami penurunan yang drastis hingga US$35 miliar atau setara dengan Rp 507.5 Triliun.

Jika melihat pembukaan market hari ini  di Indodax memang pergerakannya mulai kearah yang positif. Beranjak dari harga terendah yang mencapai Rp 58 juta, saat ini Bitcoin diperdagangkan di rentang harga Rp 63 – Rp 64 Juta. Memang banyak yang berharap pergerakan harga bisa kembali stabil di atas Rp 100 Juta.

Namun jika melihat pasar yang seperti ini akhir-akhir ini bahkan dalam tiga bulan terakhir yang cenderung turun sepertinya Bitcoin akan sulit untuk kembali ke harga stabil di atas Rp 100 Juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here