Iuran BPJS Kesehatan Akan Dinaikkan, Khusus Bagi Peserta PBI

0
255

Intanblog.com – Baru-baru ini santer kabar bahwa Pemerintah punya rencana akan menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan. Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Menteri keuangan, Sri Mulyani, bahwa Pemerintah sedang membahas rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Lebih lanjut, iuran BPJS Kesehatan akan dinaikkan bagi peserta PBI.

Iuran BPJS Kesehatan akan dinaikkan compressed - Iuran BPJS Kesehatan Akan Dinaikkan, Khusus Bagi Peserta PBI

Tidak hanya menaikkan iuran, Pemerintah juga memiliki rencana lain yaitu menambah jumlah peserta PBI dari 96,52 Juta jiwa (saat ini) menjadi lebih dari 100 Juta jiwa. Dengan adanya rencana yang sedang dibahas Pemerintah tersebut, maka pihak BPJS Kesehatan akan sedikit bernafas lega. Diharapkan dengan kenaikan iuran tersebut akan sedikit mengurangi defisit anggaran yang selama ini dialami BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Apa Itu BPJS PBI? Bagaimana Cara Mengurusnya?

Iuran BPJS Kesehatan Akan Dinaikkan Bagi Peserta PBI

Dari wacana tersebut jelas disebutkan bahwa kenaikan iuran khusus bagi Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah. Sedangkan bagi peserta non PBI seperti peserta bukan penerima upah (PBPU) dan peserta penerima upah (PPU) tidak mengalami kenaikan. Peserta PBI ini adalah peserta golongan miskin, dimana iuran bulanannya dibayarkan oleh Pemerintah yang berasal dari Pemerintah daerah (APBD) maupun Pemerintah Pusat (APBN).

Perlu diketahui, saat ini nominal iuran bulanan bagi peserta PBI adalah sebesar Rp 23 ribu per bulan. Rencananya iuran tersebut akan dinaikkan, namun belum bisa disebutkan berapa besaran kenaikannya. Menurut Sri Mulyani, besaran kenaikan masih dalam tahap pembahasan dan masih menunggu hasil audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Baca Juga : Cetak Kartu BPJS Bagi Peserta Baru : Syarat dan Mekanismenya

Sebagai lembaga pelaksana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memang terus mengalami masalah defisit keuangan. Tahun 2015 misalnya, defisit anggaran bahkan mencapai Rp 5,7 Triliun. Kemudian satu tahun setelahnya defisit anggaran membengkak menjadi Rp 9,7 Triliun dan bertambah menjadi Rp 9,75 Triliun pada tahun 2017. Diperkirakan tahun 2018 yang lalu defisit anggaran bengkak menjadi Rp 10,25 Triliun.

Bahkan untuk mengatasi masalah tersebut, akhir tahun lalu Pemerintah sampai ikut menggelontorkan dana APBN untuk menutup defisit anggaran yang dialami BPJS Kesehatan. Sehingga dengan adanya wacana untuk menaikkan iuran, maka akan membantu menekan jumlah defisit yang dialami BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Persalinan Caesar Dengan BPJS Gratis, Ini Syarat dan Prosedurnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here