Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan : Besaran Iuran, Manfaat dan Cara Klaim

0
120

Intanblog.com – BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang bertugas melindungi seluruh pekerja melalui 4 program jaminan sosial ketenagakerjaan. Salah satu yang menarik dari program BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Pensiun (JP) yang diberikan ketika pekerja memasuki masa pensiun. Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan juga diberikan kepada pekerja ketika mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia.

Penjelasan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan Pensiun (JP) adalah salah satu program milik BPJS Ketenagakerjaan yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan layak bagi peserta maupun ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Manfaat pensiun adalah sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhak mendapatkan Jaminan Pensiun adalah pekerja yang terdaftar dan telah membayar iuran. Peserta merupakan pekerja yang bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara, yaitu peserta penerima upah yang terdiri dari:

  • Pekerja pada perusahaan
  • Pekerja pada orang perseorangan
  • Selain itu, pemberi kerja juga dapat mengikuti Program Jaminan Pensiun sesuai dengan penahapan kepesertaan

Jadi pada dasarnya program Jaminan Pensiun hanya ditujukan bagi peserta yang merupakan pekerja penerima upah, bukan peserta mandiri. Jika terjadi kasus ternyata pemberi kerja lalai tidak mendaftarkan pekerjanya maka pekerja bisa langsung mendaftarkan dirinya kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Besaran Iuran Manfaat dan Cara Klaim - Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan : Besaran Iuran, Manfaat dan Cara Klaim

Apabila peserta yang sudah terdaftar ternyata pindah tempat kerja, maka pekerja wajib memberitahukan kepesertaannya kepada pemberi kerja tempat kerja baru dengan menunjukkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan agar pemberi kerja tempat kerja baru meneruskan kepesertaan pekerja.

Besaran Iuran Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Bagi pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selanjutnya diwajibkan membayar iuran bulanan sesuai dengan ketentuan. Iuran program Jaminan Pensiun dihitung sebesar 3% dari upah yang dilaporkan, dimana sebesar 2% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% dibayarkan oleh pekerja.

Upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan adalah sesuai dengan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap pekerja. Untuk tahun 2019 batas paling tinggi upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan ditetapkan sebesar Rp 8.512.400 (delapan juta lima ratus dua belas ribu empat ratus rupiah).

Iuran BPJS Ketenagakerjaan pekerja dibayarkan oleh pemberi kerja sesuia dengan ketentuannya sebagai berikut :

  • Mekanisme pembayaran iuran mengikuti program paket. Pembayaran iuran Jaminan Pensiun termasuk program lainnya yang dijadikan satu paket pembayaran
  • Pemberi kerja wajib membayar iuran tepat waktu dan sampai bulan berjalan
  • Pemberi kerja yang tidak memenuhi ketentuan pembayaran iuran dikenakan denda sebesar 2% setiap bulan keterlambatan

Contoh Kasus sebagai gambaran :

Intan bekerja sebagai karyawan pada sebuah Perusahaan dengan upah setiap bulan Rp 5.000.000 ( Upah pokok Rp 3.000.000 dan Tunjangan tetap Rp 2.000.000 ). Maka iuran Jaminan Pensiun yang dikenakan kepada Intan adalah:

Pemberi Kerja : Rp 5.000.000 x 2% = Rp 100.000
Pekerja (Intan) : Rp 5.000.000 x 1% = Rp 50.000

Jadi iuran Jaminan Pensiun Intan adalah Rp 150.000, dimana Rp 100.000 dibayarkan oleh pemberi kerja dan Rp 50.000 dibayarkan oleh pekerja (Intan) dengan sistem potong gaji.

Baca Juga : Inilah 5 Langkah Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat Jaminan Pensiun dibagi berdasarkan kasus yang terjadi pada pekerja. Berikut ini penjelasan mengenai manfaat tersebut.

1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (yang memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yang setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.

2. Manfaat Pensiun Cacat (MPC)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (kejadian yang menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%) yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta bekerja kembali.

3. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi, dengan kondisi peserta :

  • Meninggal dunia bila masa iur kurang dari 15 tahun, dimana masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80% atau
  • Meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT

4. Manfaat Pensiun Anak (MPA)

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yang didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, atau bekerja, atau menikah dengan kondisi peserta :

  • Meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iur kurang dari 15 tahun, masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80% dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau
  • Meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau
  • Janda/duda yang memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia

5. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)

Manfaat yang diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iur peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iur yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80%.

6. Manfaat Lumpsum

Peserta tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila:

  • Peserta memasuki Usia Pensiun dan tidak memenuhi masa iur minimum 15 tahun
  • Mengalami cacat total tetap dan tidak memenuhi kejadian cacat setelah minimal 1 bulan menjadi peserta dan minimal density rate 80%
  • Peserta meninggal dunia dan tidak memenuhi masa kepesertaan minimal 1 tahun menjadi peserta dan minimal density rate 80%

Baca Juga : Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online Via Aplikasi BPJSTKU

Manfaat Pensiun diberikan berupa manfaat pasti yang ditetapkan sebagai berikut :

  • Untuk 1 (satu) tahun pertama, Manfaat Pensiun dihitung berdasarkan formula Manfaat Pensiun dan
  • Untuk setiap 1 (satu) tahun selanjutnya, Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun tahun sebelumnya dikali faktor indeksasi.

Formula Manfaat Pensiun adalah 1% (satu persen) dikali Masa iur dibagi 12 (dua belas) bulan dikali rata-rata upah tahunan tertimbang selama Masa Iur dibagi 12 (dua belas).

Pembayaran Manfaat Pensiun dibayarkan untuk pertama kali setelah dokumen pendukung secara lengkap dan pembayaran Manfaat Pensiun bulan berikutnya setiap tanggal 1 bulan berjalan dan apabila tanggal 1 jatuh pada hari libur, pembayaran dilaksanakan pada hari kerja berikutnya.

Dalam hal peserta telah memasuki Usia Pensiun tetapi yang bersangkutan diperkerjakan, Peserta dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun atau pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 (tiga) tahun setelah Usia Pensiun.

Penerima manfaat pensiun adalah peserta atau ahli waris peserta yang berhak menerima manfaat pensiun.

Syarat dan Cara Klaim Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Untuk mendapatkan manfaat Jaminan Pensiun ketika memenuhi persyaratan baik itu sudah masuk usia pensiun, cacat total atau meninggal dunia maka perlu mengajukan klaim ke pihak BPJS Ketenagakerjaan. Berikut ini syarat dan cara klaimnya :

1. Syarat Klaim Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)

  • Formulir 7 (Formulir Jaminan Pensiun). Formulir ini bisa anda dapatkan di kantor BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jika kartu hilang gunakan surat keterangan hilang dari kepolisian dan surat pengantar dari perusahaan
  • KTP dan KK asli
  • Surat referensi kerja dari perusahaan asli
  • Buku Tabungan
  • NPWP
  • Foto terbaru

2. Syarat Klaim Jaminan Pensiun Karena Cacat Total Tetap

  • Lampirkan semua dokumen klaim MPHT
  • Surat keterangan dokter yang menyatakan peserta mengalami cacat total tetap

3. Syarat Klaim Jaminan Pensiun Janda atau Duda

Syarat ini untuk mengajukan klaim ketika peserta meninggal dunia. Jika peserta yang meninggal dunia adalah laki-laki, maka ahli waris (istri) yang mengurus agar dana pensiun diberikan kepada istri. Begitu juga sebaliknya, jika yang meninggal dunia adalah perempuan maka yang mengurus suaminya dengan membawa persyaratan :

  • Akta kematian peserta dari dinas kependudukan setempat asli dan fotocopy
  • Surat keterangan ahli waris dari kecamatan, akta notaris atau surat keterangan hak waris dari Balai Harta Peninggalan (BHP) asli dan fotocopy
  • Foto ahli waris terbaru

4. Syarat Klaim Manfaat Pensiun untuk Anak

  • Akta kematian peserta dari dinas kependudukan setempat asli dan fotocopy
  • Surat keterangan ahli waris dari kecamatan asli dan fotocopy
  • Surat keterangan wali anak apabila anak masih dibawah usia 18 tahun dari pengadilan agama atau negeri. asli dan fotocopy
  • KTP wali anak. asli dan fotocopy
  • Foto wali anak dan anak terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here