Kecelakaan Saat Bekerja, Biaya Medis Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan Sepenuhnya

0
83

Intanblog.com – Pihak BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap peserta yang mengalami kecelakaan kerja, maka biaya medis ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sepenuhnya tanpa batasan maksimal (unlimited). Jadi berapapun biaya medis yang ditagihkan oleh Rumah Sakit akan dibayar penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto beberapa hari yang lalu.

Kecelakaan Saat Bekerja Biaya Medis Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan Sepenuhnya - Kecelakaan Saat Bekerja, Biaya Medis Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan Sepenuhnya

Pernyataan tersebut diberikan di saat beliau mengunjungi RS Kasih Ibu Saba, Gianyar, Bali, untuk menjenguk salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sedang dirawat karena mengalami kecelakaan lalu lintas saat pulang kerja. Menurut informasi, biaya medis peserta tersebut sudah mencapai kisaran Rp 360 Juta setelah dilakukan pembedahan otak dan tulang.

Baca Juga : Cara Daftar Antrian BPJS Ketenagakerjaan Online

Kecelakaan Saat Bekerja, Biaya Medis Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan Sepenuhnya

Menariknya, pihak Rumah Sakit tidak perlu meminta izin terlebih dahulu ke pihak BPJS Ketenagakerjaan terkait tindakan medis yang membutuhkan biaya tinggi karena berapapun besar tindakan medis akan tetap ditanggung. Selain menanggung biaya medis peserta yang mengalami kecelakaan kerja, pihak BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan upah sementara dengan ketentuan sebagai berikut :



  • Tiga bulan pertama peserta akan menerima gaji penuh
  • Tiga bulan kedua peserta akan menerima 75 persen dari gaji
  • Tiga bulan berikutnya peserta akan menerima 50 persen dari gaji hingga seterusnya sampai sembuh total

Santunan upah sementara diberikan apabila peserta mengalami kecelakaan kerja dan memerlukan perawatan lebih lama sehingga tidak bisa melakukan aktifitas pekerjaan seperti biasanya.

Melihat begitu besarnya manfaat yang akan diterima peserta, maka sudah seharusnya seluruh pekerja Indonesia mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Khususnya bagi pekerja mandiri yang belum terdaftar agar secepatnya mendaftarkan diri untuk mendapatkan berbagai manfaat seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKM).

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan, anda bisa membaca informasinya disini ( Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT, dan JP) ).

Sedangkan untuk pendaftaran menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan secara online bagi pekerja mandiri. Caranya silahkan baca disini ( Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Online Bagi Pekerja Mandiri ). Lalu bagaimana dengan pekerja penerima upah atau karyawan? Untuk karyawan biasanya pihak Perusahaan yang akan mendaftarkannya. Namun jika ternyata anda belum terdaftar, segeralah meminta ke Perusahaan tempat anda bekerja untuk mendaftarkan karena itu merupakan kewajiban mereka.

Setelah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, anda akan diminta untuk membayar iuran setiap bulannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berapa iuran yang harus dibayarkan? Iuran akan ditentukan berdasarkan upah yang dilaporkan saat melakukan pendaftaran. Untuk lebih jelasnya mengenai besaran iuran bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, bisa baca disini ( Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan dan Pekerja Mandiri ).

Jika anda membutuhkan informasi lainnya terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan silahkan baca disini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here