Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan dan Tanggal Pemberlakuannya

0
38

Intanblog.com – Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 sebagai perubahan Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan telah resmi ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Oktober 2019. Secara garis besar isi peraturan tersebut yakni mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja. Besaran kenaikan iuran yang tertuang adalah dua kali lipat dari iuran yang masih berlaku saat ini.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan - Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan dan Tanggal Pemberlakuannya

Meskipun mengalami kenaikan dua kali lipat menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, iuran tersebut masih terbilang murah dan terjangkau oleh masyarakat. Bahkan beliau menilai masih murah dibandingkan dengan harga pulsa yang dibutuhkan masyarakat.

Baca juga : Syarat Pendaftaran BPJS Kesehatan Online dan Offline Terbaru

Besaran Iuran BPJS Kesehatan Terbaru

Seperti yang kita ketahui bahwa sistem BPJS Kesehatan adalah gotong royong, artinya dana yang digunakan untuk membiayai peserta yang sakit adalah dari iuran seluruh peserta. Namun hingga kini rupanya keuangan BPJS Kesehatan selalu mengalami tekor atau defisit. Setelah dilakukan audit bisa disimpulkan bahwa masalah terbesar yang menjadi kendalanya adalah banyaknya tunggakan iuran oleh peserta Mandiri atau PBPU.

Oleh karenanya, Pemerintah memutuskan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang akan mulai berlaku 1 Januari 2020 dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Kelas I sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per peserta
  • Kelas II sebelumnya Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per peserta
  • Kelas III sebelumnya Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per peserta

Baca juga : BPJS Defisit Sejak Tahun 2014 Hingga Sekarang, Ini Faktanya

Iuran BPJS Kesehatan Masih Dapat Susbsidi

BPJS Kesehatan menyatakan bahwa iuran BPJS Kesehatan meskipun mengalami kenaikan, namun masih disubsidi oleh Pemerintah. Berdasarkan hitung-hitungan sebenarnya kenaikan iurannya adalah Kelas I Rp 274.204, Kelas II Rp 190.639, dan Kelas III Rp 131.195.

Selisih antara hitung-hitungan yang seharusnya dengan kenaikan iuran yang akan diberlakukan masih disubsidi oleh Pemerintah karena manfaatnya masih dirasakan masyarakat. Diharapkan dengan diberlakukannya kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan mengurangi defisit anggaran yang selalu dirasakan BPJS Kesehatan.

Baca informasi lainnya terkait BPJS Kesehatan DISINI. Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan DISINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini