Mitos-Mitos Tentang Kanker Serviks

0
282

Intanblog.com – Banyak mitos tentang kanker serviks yang beredar. Mari cek satu per satu. Kanker serviks merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak bagi wanita di Indonesia. Salah satu hal yang dicurigai berkontribusi pada kondisi tersebut adalah beredarnya mitos tidak benar mengenai penyakit yang disebabkan oleh virus HPV itu.

Mitos Mitos Kanker Serviks - Mitos-Mitos Tentang Kanker Serviks

Mitos-Mitos Tentang Kanker Serviks

Jangan sampai tertipu lagi! Inilah sepuluh mitos seputar penyakit kanker serviks beserta fakta yang sebenar menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter:

1. Infeksi HPV hanya dialami oleh wanita

Kanker serviks memang bermula dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Tapi faktanya, virus ini sebenarnya tidak hanya menginfeksi wanita, tapi juga pria.

Pada pria, infeksi HPV dapat menimbulkan kutil kelamin atau kanker lain, seperti kanker penis, anus, dan tenggorok.

2. Hanya wanita dengan banyak pasangan seksual yang dapat terinfeksi HPV

Nyatanya, setiap wanita yang telah aktif secara seksual, meski hanya dengan satu pasangan, dapat terpapar HPV. Kondisi ini bisa berujung pada kanker serviks karena pada dasarnya, HPV adalah virus yang sangat umum.

3. Infeksi HPV hanya ditularkan melalui hubungan intim

Hubungan intim memang merupakan cara penularan yang utama. Akan tetapi, virus tersebut juga bisa menyebar melalui kontak kulit dengan kulit tanpa adanya hubungan intim.

4. Jika terinfeksi HPV, artinya sudah pasti akan mengalami kanker serviks

Para pakar menemukan lebih dari 100 tipe virus HPV, di mana 14 di antaranya dianggap berisiko tinggi menyebabkan kanker. Dari jumlah tersebut, hanya dua jenis virus HPV, yakni tipe 16 dan 18, yang diketahui menyebabkan kanker serviks.

5. Kanker serviks bersifat diturunkan

Faktanya, kanker serviks bukanlah penyakit keturunan seperti kanker payudara atau ovarium. Hal ini dikarenakan kanker serviks disebabkan oleh adanya infeksi HPV dan umumnya karena perilaku seksual tidak sehat.

6. Kanker serviks hanya terjadi di negara berkembang

Kenyataannya, kanker serviks dapat dialami oleh wanita di berbagai negara –baik di negara maju maupun berkembang. Namun, kasus kanker serviks memang lebih banyak terjadi di negara berkembang –termasuk Indonesia.

7. Kanker serviks tidak dapat dicegah

Seperti penyakit pada umumnya, kanker serviks bisa dicegah. Deteksi dini seperti pap smear dan tes HPV dapat menemukan sel-sel abnormal dalam serviks sebelum berubah menjadi kanker. Selain itu, kini juga sudah tersedia vaksinasi HPV yang bisa diberikan sejak anak berusia 9 tahun.

8. Deteksi dini kanker serviks tidak diperlukan jika tidak mengalami keluhan

Deteksi dini justru harus dilakukan untuk menemukan kelainan pada orang sehat yang tidak mengalami keluhan apa-apa. Perubahan abnormal pada sel serviks bisa saja tidak dirasakan maupun dilihat, sehingga hanya bisa diselidiki melalui pemeriksaan.

9. Deteksi dini kanker serviks perlu dilakukan setiap tahun

Deteksi dini kanker serviks dilakukan melalui pap smear dan tes HPV. Jika hasil keduanya normal, maka pemeriksaan tidak perlu dilakukan setiap tahun.

10. Kanker serviks tidak bisa disembuhkan

Selain mencegah timbulnya kanker, deteksi dini juga dapat membantu menemukan kanker serviks pada stadium awal. Jika belum mencapai stadium IIB, peluang sembuh dari kanker serviks tergolong tinggi. Dengan deteksi dini, angka harapan hidup bahkan mencapai 92 persen dalam waktu 5 tahun setelah terdiagnosis.

Itu adalah mitos-mitos yang kerap terjadi soal kanker serviks. Jangan mudah mempercayai mitos-mitos yang beredar. Cari dahulu faktanya dan konsultasikan dengan dokter Anda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini