Home Asuransi Pengertian BPJS Ketenagakerjaan : Program dan Manfaatnya

Pengertian BPJS Ketenagakerjaan : Program dan Manfaatnya

1533
0
BAGIKAN

Bagi anda seorang pekerja atau pegawai pada sebuah perusahaan mungkin sudah tahu mengenai pengertian BPJS ketenagakerjaan. Karena tentunya perusahaan anda tersebut sudah mendaftarkan anda sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan.

Namun secara kenyataan banyak juga yang masih belum paham betul apa itu pengertian BPJS ketenagakerjaan? Berapa persen potongan yang diambil dari total gaji setiap bulannya? Apa saja manfaatnya? dan masih banyak lagi yang belum dipahami.

BPJS ketenagakerjaan Program dan manfaatnya - Pengertian BPJS Ketenagakerjaan : Program dan Manfaatnya

Untuk itu, dalam artikel ini akan saya bahas tuntas mengenai BPJS ketenagakerjaan secara detail. Tujuannya adalah memberikan edukasi dan pemahaman bagi para peserta BPJS ketenagakerjaan maupun bagi anda yang tidak terdaftar sebagai peserta.

Baca Juga :
Pengertian BPJS Kesehatan : Manfaat dan Cara Pendaftarannya

Apa Itu Pengertian BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah sebuah jaminan sosial dan proteksi ( perlindungan ) bagi pekerja Indonesia maupun pekerja asing yang bekerja di Indonesia sekurang-kurangnya enam bulan.

BPJS Ketenagakerjaan itu sendiri merupakan hasil transformasi dari PT Jamsostek. Sebelumnya PT Jamsostek inilah yang mengurusi masalah proteksi dan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia yang bertanggung jawab kepada presiden.

Dengan transformasi tersebut, seluruh kegiatan dan program-program dari PT Jamsostek dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan sehingga tidak perlu lagi melakukan pendaftaran ulang bagi peserta Jamsostek.

Baca Juga :
Begini Cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Program BPJS Ketenagakerjaan

Apa saja program BPJS ketenagakerjaan? BPJS Ketenagakerjaan memiliki 6 program dengan manfaat yang berbeda setiap masing-masing programnya. Berikut ini program tersebut :

1. Program Jaminan Hari Tua ( JHT )

Program ini ditujukan bagi pekerja sebagai tabungan ketika memasuki masa pensiun ( 56 tahun ).

  • Berapa iurannya?

Untuk iuran setiap bulannya adalah 5,7% dari total gaji yang diterima pegawai atau pekerja dengan rincian, 2% dibayar oleh pekerja dan 3,7% dibayar perusahaan atau pemberi kerja.

Pembayaran paling lambat tanggal 15 setiap bulannya, jika terjadi keterlambatan maka dikenakan denda 2% untuk tiap bulan keterlambatan.

  • Apa Manfaat Program Jaminan Hari Tua ( JHT )?

Peserta JHT akan menerima uang tunai dibayar sekaligus yang besarnya sesuai jumlah iuran ditambah dengan hasil pengembangannya. Uang tersebut diberikan apabila peserta mencapai usia 56 tahun, meninggal dunia, dan cacat total tetap.

JHT juga bisa diambil sebagian jika peserta mencapai kepesertaan selama 10 tahun dengan ketentuan :

  1. Diambil 10% dari total saldo sebagai persiapan pensiun
  2. Diambil 30% dari total saldo untuk keperluan KPR ( perumahan )

Namun perlu diketahui bahwa pengambilan sebagian tersebut hanya bisa dilakukan sekali selama menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

  • Bagaimana Jika Peserta Meninggal Dunia?

Jika peserta JHT meninggal dunia, maka manfaat JHT akan diberikan kepada ahli waris dari peserta:

  1. Suami / istri
  2. Anak
  3. Orang tua, cucu
  4. Saudara Kandung
  5. Mertua
  6. Pihak yang ditunjuk pada wasiat
Baca Juga :
Lakukan Hal Ini Jika Peserta BPJS Kesehatan Meninggal Dunia

2. Program Jaminan Kecelakaan Kerja ( JKK )

Program ini memberikan perlindungan atas resiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja dimulai dari berangkat hingga pulang kerja dan penyakit akibat lingkungan kerja.

  • Berapa Iurannya?

Iuran program JKK bervariasi mulai dari 0,24% hingga 1,74% tergantung tingkat resiko dalam lingkungan kerja. Tingkat resiko tersebut akan dievaluasi setiap 2 tahun sekali.

  • Apa manfaat Program JKK

Program JKK memiliki manfaat berupa Layanan kesehatan, Santunan uang ( penggantian biaya transportasi, sementara tidak mampu bekerja ( STMB ), cacat, kematian dan biaya pemakaman )

Baca Juga :
Manfaat BPJS Kesehatan Bagi Ibu Hamil

3. Program Jaminan Kematian ( JKM )

Program yang memberikan jaminan bagi pekerja yang meninggal dunia bukan akibat dari kecelakaan kerja.

  • Berapa iurannya?

Iuran JKM sebesar 0.3% dari total gaji sebulan bagi peserta penerima upah dan iuran sebesar Rp 6.800,- bagi peserta bukan penerima upah.

  • Apa Manfaat program JKM

Jika peserta JKM meninggal dunia, ada manfaat jaminan kematian yang akan diterima ahli waris berupa santunan sekaligus ( Rp 16 juta ), santunan berkala ( Rp 4,8 juta ), biaya pemakaman ( Rp 3 juta ).

Bagi peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan sekurang-kurangnya telah memiliki masa iur 5 tahun, maka akan diberikan beasiswa pendidikan kepada anak sebesar Rp 12 juta.

Baca Juga :
Bagaimana Prosedur dan Jenis Operasi Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

4. Program Jaminan Pensiun

Jaminan pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk kehidupan yang layak bagi peserta atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah memasuki usia pensiun, cacat total tetap dan meninggal dunia.

  • Berapa Iurannya?

Iuran untuk program jaminan pensiun sebesar 3% dari total gaji setiap bulan yang terdiri dari 2% dibayarkan oleh perusahaan atau pemberi kerja dan 1% dibayar oleh peserta melalui system potong gaji setiap bulan.

Iuran dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 15 setiap bulannya, jika terjadi keterlambatan maka dikenakan denda 2% setiap bulan keterlambatan.

  • Apa Manfaat Program Jaminan Pensiun

1. Manfaat Pensiun Hari Tua ( MPHT )

Diberikan uang tunai bulanan kepada peserta yang telah memenuhi masa iuran minimal 15 tahun atau 180 bulan, dimulai sejak masa usia pensiun hingga meninggal dunia.

2. Manfaat Pensiun Cacat ( MPC )

Diberikan uang tunai bulanan kepada peserta yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan maupun penyakit hingga peserta meninggal dunia atau sampai peserta mampu bekerja kembali.

3. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD )

Diberikan uang tunai bulanan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi. Syaratnya peserta telah memiliki masa iur 15 tahun.

4. Manfaat Pensiun Anak ( MPA )

Diberikan uang tunai bulanan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta ( maksimal 2 orang anak ) sampai dengan usia anak mencapai 23 tahun, atau sampai menikah atau bekerja.

5. Manfaat Pensiun Orang Tua ( MPOT )

Manfaat ini diberikan kepada orang tua peserta lajang jika masa iur kurang dari 15 tahun.

6. Manfaat Lumpsum

Manfaat ini diberikan jika peserta memasuki masa pensiun, namun masa iur belum mencapai 15 tahun. Diberikan berupa uang tunai hasil akumulasi total iuran ditambah hasil pengembangannya.

Baca Juga :
Inilah 5 Langkah Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

5. Bukan Penerima Upah ( BPU )

Pekerja Bukan Penerima Upah ( BPU ) adalah Pekerja mandiri yang melakukan kegiatan usaha untuk memperoleh penghasilan untuk diri sendiri seperti tukang ojek, supir angkot, pedagang keliling, artis, dll.

Baca Juga :
Pengertian Deposito Syariah : Halal, Bermanfaat Dan Menguntungkan

6. Jasa Konstruksi

Pemberi kerja selain penyelenggara negara pada skala usaha besar, menengah, kecil dan mikro yang bergerak dibidang usaha jasa konstruksi yang mempekerjakan pekerja harian lepas, borongan dan perjanjian kerja waktu tertentu.

Itulah penjelasan mengenai pengertian BPJS Ketenagakerjaan serta manfaatnya, semoga memberikan pemahaman yang cukup bagi anda yang memerlukan informasi tersebut.

BERIKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komentar anda
Silahkan masukkan nama anda disini