Pengertian Bullish, Bearish dan Sideways Dalam Trading Cryptocurrency

0
602

Dalam dunia trading, baik itu trading forex, saham, maupun cryptocurrency seperti Bitcoin anda akan menemukan istilah diantaranya bullish, bearish, dan sideways. Mungkin bagi seorang trader profesional, istilah-istilah tersebut sudah sangat paham. Namun bagi trader pemula masih sangat memerlukan penjelasan tentang pengertian bullish, bearish dan Sideways.

Pengertian bullish bearish dan sideways - Pengertian Bullish, Bearish dan Sideways Dalam Trading Cryptocurrency

Pemahaman tentang istilah tersebut sangat penting sebagai pedoman anda dalam membaca pergerakan pasar secara real time. Walaupun cryptocurrency sendiri merupakan aset digital yang sangat fluktuatif, namun anda harus memiliki skill dalam membaca pergerakan pasar.

Baca Juga : VIP Bitcoin Indonesia : Tempat Jual Beli Bitcoin Dengan Rupiah

Pengertian Bullish, Bearish dan Sideways

Mata uang digital (cryptocurrency) sendiri ada banyak jenisnya, namun yang paling dominan adalah Bitcoin. Oleh karena itu volume trading Bitcoin selalu lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis cryptocurrency lainnya seperti Ethereum, Waves, Litecoin, dll.

Agar momen buy dan sell anda tepat dalam melakukan trading, maka anda wajib paham tentang kondisi pasar saat itu. Apakaah sedang dalam kondisi bullish, bearish atau sideways.

1. Bullish

Bullish merupakan istilah yang diambil dari kata “Bull” yang artinya banteng atau disebut juga pembeli.

Jadi bullish adalah kondisi dimana banteng (pembeli) sedang memainkan peranan pasar pada saat itu. Kondisi bullish juga biasa disebut dengan uptrend atau tren naik.



Kondisi bullish market terjadi karena pembeli lebih dominan daripada penjual, sehingga harga mengalami kenaikan. Jika anda melihat market yang seperti ini maka momen yang tepat untuk membeli.

Jika dilihat pada grafik, kondisi bullish akan ditandai dengan warna hijau yang artinya mengalami kenaikan.

Baca Juga : Apa Itu Market Maker dan Market Taker Bitcoin Indonesia

2. Bearish

Bearish merupakan istilah yang diambil dari kata “Bear” artinya Beruang atau penjual. Bearish adalah kebalikan dari bullish, dimana penjual lebih dominan dengan memainkan perana pasar saat itu.

Kondisi bearish akan menjadikan harga menjadi menurun atau downtrend karena volume penjual lebih banyak dibandingkan dengan volume pembeli. Kondisi seperti ini bisanya akan terjadi panic sell atau aksi jual bersamaan.

Berbeda dengan bullish, jika dilihat pada grafik maka kondisi bearish ditandai dengan warna merah yang artinya harga mengalami penurunan.

Baca Juga : Bitcoin Indonesia Berganti Nama Menjadi Indodax Per 14 Maret 2018

3. Sideways

Jika market dalam kondisi sideways, itu artinya kondisi pasar saat itu sedang datar atau pergerakan harga hanya terjadi selisih kecil.

Kondisi market sideways disebabkan karena antara bullish (pembeli) dan bearish (penjual) sama kuat. Ada juga yang menyebutnya dengan kondisi market yang stagnan atau jalan ditempat.

Baca Juga : Tonton Video Pemaparan Proyek Tokenomy Dari Oscar Darmawan

Kesimpulan

Kesimpulannya tentang pengertian bullish, bearish dan sideways secara singkatnya adalah :

  • Bullish = Naik (Uptrend)
  • Bearish = Turun (Downtrend)
  • Sideways = Datar (Stagnan)

Dimana bullish terjadi akibat pembeli memegang peranan pasar sehingga demand (permintaan) lebih tinggi dibandingkan supply (persediaan).

Sedangkan bearish terjadi akibat penjual lebih dominan terhadap pasar sehingga supply lebih tinggi dibandingkan demand.

Sideways biasanya terjadi karena antara pembeli dan penjual sama-sama kuat atau terjadi keraguan antara keduanya sehingga market datar.

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar anda!
Masukkan nama anda disini