Pentingnya Melakukan Cek BI Checking Sebelum Mengajukan Pinjaman

2
301

Intanblog.com – BI Checking adalah sebuah informasi catatan atau riwayat mengenai lancar atau tidaknya pembayaran kredit seseorang yang tersimpan pada Sistem Informasi Debitur (SID). Berbagai lembaga keuangan baik Bank maupun Non Bank akan mempertimbangkan pengajuan pinjaman calon debitur setelah melihat skor pada SID tersebut. Oleh karena itu sebaiknya anda melakukan cek BI checking sebelum mengajukan pinjaman untuk menghindari penolakan pengajuan pinjaman yang anda lakukan tersebut.

Pentingnya melakukan cek BI Checking sebelum mengajukan pinjaman - Pentingnya Melakukan Cek BI Checking Sebelum Mengajukan Pinjaman

Pentingnya melakukan cek BI checking sebelum mengajukan pinjaman adalah untuk mempermudah proses pengajuan. Karena anda akan mengetahui seperti apa catatan kredit anda sebelumnya dan mengetahui berapa skor yang anda peroleh. Pasalnya lolos atau tidaknya pengajuan pinjaman anda tergantung dari skor yang anda peroleh di dalam data BI Ckecking tersebut. Skor tersebut yang menjadi pertimbangan pihak lembaga peminjam.

Pentingnya Melakukan Cek BI Checking Sebelum Mengajukan Pinjaman

Untuk memulai sebuah usaha, biasanya beberapa pelaku usaha memerlukan modal tambahan yang cukup besar dari modal saat ini. Bukan hanya pelaku usaha, masyarakat pada umumnya juga membutuhkan dana untuk kebutuhan-kebutuhan lain seperti renovasi rumah, membeli rumah, membeli kendaraan, dan sebagainya.



Kebanyakan dari mereka justru lebih memilih mengajukan pinjaman melalui lembaga Bank maupun non Bank dengan harapan untuk memenuhi kekurangan biaya yang mereka butuhkan. Namun sayangnya, lembaga pemberi pinjaman juga akan memberikan persyaratan BI Checking. Artinya mereka akan melakukan croscek terlebih dahulu data atau riwayat pinjaman anda yang terdahulu melalui SID atau BI Checking.

Sebagai catatan, Sistem Informasi Debitur ( SID ) adalah suatu sistem yang berisi informasi debitur serta fasilitas kreditnya untuk dipertukarkan ke sesama lembaga keuangan. Di dalam BI Checking atau IDI Historis terdapat identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas.

Semua informasi yang berada di dalam BI Checking dapat diakses oleh lembaga keuangan seperti bank ataupun non bank yang terdaftar sebagai anggota Biro Informasi Kredit. Seluruh anggota dari Biro Informasi Kredit ini yang nantinya memberikan data-data debitur (pengambil pinjaman/kredit) ke Bank Indonesia setiap bulannya. Data tersebut, oleh Bank Indonesia disimpan dalam SID. Jika nantinya ada lembaga keuangan yang mengajukan permintaan BI Checking atau IDI Historis, maka data dari SID tersebut yang akan diberikan.

Masyarakat umum juga bisa melakukan cek BI Checking untuk melihat catatan pinjaman dirinya pada masa sebelumnya. Ini juga biasa dilakukan ketika mereka akan mengajukan pinjaman, sehingga sebelum pihak peminjam mengecek maka biasanya calon kreditur sudah terlebih dahulu mengetahui skornya. Berbicara mengenai skor, berikut ini beberapa penilaian yang akan menunjukkan skor kelancaran pembayaran anda yang terdahulu.

SKOR KRITERIA DEFINISI
1 KEDIT LANCAR Debitur melakukan pembayaran angsuran setiap bulannya hingga lunas tanpa menunggak
2 KREDIT DPK (Dalam Perhatian Khusus) Debitur menunggak cicilan selama 1-90 Hari
3 KREDIT TIDAK LANCAR Debitur menunggak cicilan selama 91-120 Hari
4 KREDIT DIRAGUKAN Debitur menunggak cicilan selama 121-180 Hari
5 KREDIT MACET Debitur menunggak cicilan lebih dari 180 Hari

Dari beberapa skor dan kriteria di atas yang masuk ke dalam Blacklist adalah skor 3, 4, dan 5. Sedangkan yang masuk ke dalam Whitelist adalah debitur dengan skor 1 dan 2. Maka sudah dipastikan jika skor BI Checking anda masuk sebagai Whitelist pengajuan pinjaman anda akan lolos, begitu juga sebaliknya jika skor masuk ke dalam Blacklist maka sudah dipastikan pengajuan anda ditolak pihak pemberi pinjaman.

Baca Juga : Ingin Sukses Bisnis Reseller Online? Ikuti Tips Berikut Ini

Bagaimana Cara Melakukan Cek BI Checking?

Setelah anda mengetahui seberapa pentingnya melakukan cek BI Checking dan penjelasan mengenai skor penilaian riwayat pembayaran, maka selanjutnya anda perlu memahami langkah-langakh cara melakukan cek BI Checking sendiri.

Sebelum tahun 2018, cara cek BI Checking sebenarnya bisa anda lakukan secara online melalui situs remsi Bank Indonesia (BI). Namun mulai sejak 1 Januari 2018 untuk melakukan cek BI Checking hanya bisa dilakukan melalui kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga segala urusan terkait dengan SID dan IDI Historis dialihkan ke sistem milik OJK yang dinamakan SLIK OJK.

SLIK OJK adalah sebuah sistem yang dikelola dan menjadi tanggung jawab Otoritas Jasa keuangan (OJK) dengan tujuan untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pelayanan informasi keuangan seperti penyediaan layanan informasi debitur.

Sistem SLIK OJK bisa diakses oleh semua bank dan lembaga keuangan non bank yang memiliki kewajiban untuk melaporkan data debitur ke dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Dengan adanya SLIK OJK ini diharapkan dapat menurunkan angka kredit bermasalah, karena pihak bank maupun lembaga keuangan non bank bisa membaca riwayat pinjaman calon debitur melalui SID pada sistem SLIK OJK.

Sistem SLIK OJK ini juga menghubungkan antara OJK, BI, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sehingga ketiga lembaga tersebut dapat saling bertukar informasi yang dibutuhkan. Untuk melihat catatan riwayat pinjaman anda atau melakukan cek BI Checking sudah saya siapkan melalui artikel khusus, silahkan kunjungi artikelnya melalui tautan ini.

Kesimpulan

Pada dasarnya tidak semua lembaga pemberi pinjaman memberlakukan persyaratan BI Checking, karena syarat ini biasanya dikhususkan untuk pengajuan pinjaman dengan nominal besar. Selain itu cek BI Checking juga bukan satu-satunya syarat yang menentukan pinjaman anda disetujui atau tidak. Hal ini dikarenakan untuk setiap lembaga pemberi pinjaman memiliki kriteria tersendiri untuk menyetujui pengajuan pinjaman calon debitur.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here