Perbedaan ODP PDP dan Suspek Virus Corona

0
160

Intanblog.com – Dunia kini sedang dilanda wabah virus jenis baru yaitu SARS-COV-2 sebagai penyebab Corona atau COVID-19. Per hari ini saja pasien positif di Indonesia mencapai 514, 29 sembuh dan 48 dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan secara global, ada 275.469 positif, 88.261 sembuh dan 11.402 meninggal dunia. Data tersebut berdasarkan data yang diambil dari situs kementerian kesehatan Indonesia pada 22 Maret 2020. Namun ada yang membuat bingung masyarakat yakni warga yang terdaftar sebagai ODP, PDP dan suspek. Apa perbedaan ODP, PDP dan SUSPEK Virus Corona?

Perbedaan ODP, PDP dan Suspek Pada Virus Corona

Penyebaran virus corona dikonfirmasi dapat melalui kontak fisik dengan orang yang telah terpapar virus tersebut. Virus juga menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan (droplet) dari saluran pernafasan ketika batuk atau bersin. Jarak jangkauan droplet sendiri biasanya hingga 1 meter. Droplet juga dapat menempel pada benda namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu yang dibutuhkan untuk muncul gejala klinis antara 1-14 hari sejak terkena droplet. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit diwajibkan memakai masker dengan tujuan meminimalisir penyebaran droplet.

Perbedaan ODP, PDP dan Suspek Virus Corona

Agar masyarakat paham dengan berbagai istilah yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan terkait wabah virus corona, maka disini saya akan sedikit menjelaskan perbedaan ODP, PDP dan SUSPEK. Status tersebut diberikan bagi masyarakat yang belum dinyatakan terkonfirmasi positif corona.

Perbedaan ODP, PDP dan Suspek Pada Virus Corona

ODP (Orang Dalam Pemantauan)

ODP (Orang Dalam Pemantauan) adalah orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke Negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Jika anda merasakan gejala-gejala seperti diatas serta punya riwayat pernah berkunjung ke daerah yang terjangkit virus corona, baik di dalam negeri maupun di luar negeri maka segeralah berkonsultasi dengan layanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau Rumah sakit.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) adalah orang yang mengalami gejala demam (>38°C) atau riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Sedangkan SUSPEK adalah istilah lain yang digunakan untuk menyebut Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jadi orang yang dinyatakan PDP sama saja dinyatakan sebagai suspek corona.

Jika anda mengalami gejala seperti di atas, pernah berkunjung ke daerah terjangkit virus corona, bahkan pernah kontak fisik dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona, maka segeralah hubungi Puskesmas maupun Rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Orang-orang yang sudah menjadi status ODP maupun PDP sama-sama berpotensi menularkan virus corona ke orang lain. Oleh karena itu, mereka harus menjalani isolasi. Isolasi bagi ODP dan PDP juga perlakuannya berbeda. Isolasi bagi PDP wajib dilakukan di Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rujukan pelayanan covid-19. Sedangkan isolasi bagi ODP cukup berdiam diri di rumah masing-masing selama 14 hari atau biasa disebut dengan karantina mandiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini