Teknik MTL dan DTL Saat Nge Vape, Apa sih Bedanya?

0
591

Intanblog.com – Ketika ngevape, setiap orang memiliki gaya atau style yang berbeda-beda khususnya saat menghisap cloud. Kalian juga pasti tahu bahwa teknik vape yang paling banyak digunakan saat ini yaitu teknik MTL dan DTL. Bagi sebagian orang, teknik ngevape tersebut cukup mempengaruhi aktifitas vape mereka. Salah satunya sangat pengaruh terhadap rasa yang dihasilkan dari liquid. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu perbedaan MTL dan DTL.

Perbedaan teknik MTL dan DTL

Kalian termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang telah mengenal dunia vape atau rokok elektrik. Tanpa disadari ngevape yang mulanya hanya sebagai pengganti rokok konvensional/rokok tembakau, kini telah bermetamorfosis menjadi sebuah hobi dan gaya hidup. Meskipun vaping bukanlah hal yang terbaik, paling tidak vape lebih direkomendasikan ketimbang rokok tembakau. Produsen saat ini berlomba-lomba memproduksi vape dengan kecanggihan teknologi terkini demi kepuasan pengguna.

Baca juga : Voopoo Akan Meluncurkan Produk MOD dan POD, Ini Penampakannya

Baca Juga :   Kelebihan dan Spesifikasi SMOK NFix kit

Teknik MTL dan DTL Saat Nge Vape, Apa sih Bedanya?

Oke, kita lanjut ke pembahasan teknik ngevape yang paling banyak digunakan oleh vaper di berbagai penjuru dunia.

MTL adalah singkatan dari ‘Mouth To Lung’ yang artinya ‘Dari Mulut ke Paru-Paru’.

Penjelasan lebih luasnya MTL adalah sebuah gaya/teknik ngevape yang dilakukan dengan cara menghisap cloud ke mulut secara perlahan, cloud ditampung terlebih dahulu di dalam mulut kemudian hirup lebih dalam lagi ke paru-paru lalu hembuskan perlahan. Teknik seperti ini memang tidak beda jauh teknik ketika menghisap rokok konvensional atau rokok tembakau.

Teknik seperti ini lebih banyak digunakan oleh vaper saat ini terutama bagi mereka yang baru beralih dari rokok konvensional. Kemungkinan terbesar adalah, mereka masih terbiasa dengan gaya merokok ketika masih menggunakan rokok tembakau. Alasan lainnya adalah teknik MTL lebih banyak digunakan bagi mereka yang lebih mengutamakan rasa ketimbang cloud yang dihasilkan.

Baca Juga :   Ini 4 Kandungan Dasar Liquid Vape (Rokok Elektrik)

Ketika cloud dihisap dan masuk ke mulut, saat itulah vaper akan merasakan flavour dari liquid yang digunakan. Untuk merasakan TH ( Throat Hit ) maka hisap lagi lebih dalam agar terasa nendang di tenggorokan. Namun perlu diketahui, TH hanya bisa dirasakan jika liquid tersebut mengandung nikotin. Semakin tinggi kandungan nikotinnya maka semakin terasa juga TH-nya. Jadi TH bisa dikatakan kondisi tidak nyaman atau rasa gatal pada tenggorokan yang disebabkan oleh nikotin.

Kemudian selanjutnya adalah penjelasan mengenai DTL atau ‘Direct To Lung’ artinya langsung ke paru-paru.

Berbeda dengan MTL, kalau teknik DTL ini caranya adalah menghisap cloud sedalam-dalamnya langsung ke dalam paru-paru tanpa menampungnya terlebih dahulu di mulut. Teknik ini biasanya digunakan oleh vaper yang menginginkan cloud melimpah ketimbang rasa.

Baca Juga :   SMOK NFIX Kit Resmi Masuk Indonesia, Berapa Harganya?

Baca juga : Apa Perbedaan Mod dan Pod Pada Vape? Ini Penjelasannya

Resistensi Coil Yang Cocok untuk MTL maupun DTL

Jika anda pemula dalam dunia vape, maka ada yang perlu dipahami agar teknik vape yang akan anda gunakan lebih maksimal khususnya penggunaan coil dengan resistensi yang sesuai.

  • Untuk MTL sebaiknya gunakan coil dengan resistensi di atas 1.0 ohm
  • Untuk DTL sebaiknya gunakan coil dengan resistensi di bawah 1.0 ohm

Penerapan air flow juga perlu diperhatikan agar aktifitas vaping kalian lebih nyaman. Jika anda pengguna MOD, maka aturlah airflow sedikit lebih kecil/rapat pada RDA maupun RTA yang digunakan ketika melakukan teknik MTL.

Begitu juga sebaliknya, ketika melakukan teknik DTL aturlah airflow sedikit lebih longgar pada RDA maupun RTA yang digunakan.

Bagaimana? Sudah jelas kan perbedaan teknik MTL dan DTL?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here