RajaBackLink.com
Jual Beli Bitcoin dan Aset Digital

Persalinan Caesar Dengan BPJS Gratis, Ini Syarat dan Prosedurnya

0
2356

Intanblog.com – Biaya persalinan dengan cara caesar memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Saya kutip data dari salah satu Rumah Sakit bahkan biaya operasi caesar mulai dari Rp 17 Juta hingga lebih dari Rp 50 Juta. Tentu angka ini cukup fantastis jika keuangan yang anda persiapkan hanya pas-pasan. Namun berbeda dengan persalinan caesar dengan BPJS Kesehatan, karena biaya operasi caesar akan ditanggung oleh BPJS.

Persalinan Caesar Dengan BPJS Gratis Ini Syarat dan Prosedurnya - Persalinan Caesar Dengan BPJS Gratis, Ini Syarat dan Prosedurnya

Operasi caesar sendiri merupakan proses persalinan bayi yang dilakukan melalui tindakan bedah pada perut dan rahim. Persalinan caesar dilakukan jika terjadi kondisi tertentu dalam kehamilan yang mengharuskan bayi harus segera dikeluarkan. Atau jika kondisinya sangat berisiko jika dilakukan melalui persalinan normal seperti bayi sungsang (posisi kaki di bawah), ari-ari menutupi jalan lahir, ukuran janin lebih besar dari jalan lahir, perdarahan, kondisi gawat janin, infeksi herpes dan HIV.

Persalinan Caesar Dengan BPJS Gratis, Ini Syarat dan Prosedurnya

Manfaat BPJS Kesehatan memang bisa anda rasakan bukan hanya ketika sedang sakit dan membutuhkan perawatan medis, namun juga bisa dirasakan untuk persalinan. Agar biaya persalinan caesar ditanggung BPJS Kesehatan maka anda harus perhatikan beberapa syarat dan prosedur yang harus dilakukan berikut ini.

1. Status Kepesertaan BPJS Dalam Keadaan Aktif

Hal yang perlu diperhatikan pertama kali adalah status kepesertaan anda masih dalam keadaan aktif. Artinya anda selalu aktif membayar iuran bulanan tanpa pernah menunggak lebih dari satu bulan. Untuk memastikannya, anda bisa lakukan Cek Status Kartu BPJS Kesehatan : Apakah Masih Aktif atau Tidak.

Jika masih dalam keadaan aktif maka anda bisa memanfaatkannya untuk persalinan caesar. Namun jika dalam keadaan tidak aktif karena menunggak bayar iuran, maka harus segera diselesaikan permasalahan tersebut.

Baca Juga : Kartu BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Begini Cara Mengaktifkannya

2. Periksakan Kehamilan Pakai Kartu BPJS Kesehatan

Untuk hal pemeriksaan rutin saat masa kehamilan disarankan selalu gunakan kartu BPJS Kesehatan sesuai dengan Faskes I yang anda pilih. Hal ini dimaksudkan agar riwayat kehamilan anda terpantau dan tersimpan pada sistem database BPJS. Riwayat pemeriksaan tersebut yang nantinya digunakan sebagai pertimbangan apakah kondisi kehamilan sehat atau tidak, dan perlu persalinan caesar atau cukup persalinan secara normal.

Dokter atau bidan yang memeriksa kehamilan anda akan menentukan proses persalinan seperti apa yang akan ditempuh setelah melihat riwayat pemeriksaan selama masa kehamilan.

Baca Juga : Manfaat BPJS Kesehatan Bagi Ibu Hamil

3. Operasi Caesar Atas Indikasi Medis

Persalinan caesar akan ditanggung BPJS jika ternyata hal tersebut dilakukan atas indikasi medis yang mengharuskan bayi segera dikeluarkan. Seperti contoh indikasi medis yang dimaksud adalah karena kondisi kaki bayi berada di bawah (bayi sungsang), ketuban pecah, perdarahan, dan kondisi medis lainnya.

Indikasi medis ini akan diketahui jika selalu rutin memeriksakan kehamilan. Dokter atau bidan yang akan menentukan perlu atau tidaknya dilakukannya operasi caesar. Jadi operasi caesar bukan atas permintaan anda sendiri melainkan atas pertimbangan indikasi medis.

4. Perlunya Rujukan dari Faskes I

Jika kondisi ibu hamil tidak dalam kondisi Gawat darurat maka perlu adanya rujukan dari Faskes I atau bidan yang memeriksakan kehamilan anda. Tentunya hal ini setelah adanya indikasi medis yang mengharuskan operasi caesar.

Berbeda dengan kondisi ibu hamil dalam keadaan Gawat Darurat bisa langsung mendatangi IGD untuk segera mendapatkan perawatan. Jika ini terjadi maka tidak perlu menggunakan rujukan dari Faskes I dan proses persalinan caesar akan ditanggung BPJS kesehatan.

Baca Juga : Perbedaan Faskes Pertama dan Faskes Lanjutan BPJS Kesehatan

5. Persalinan Caesar Bukan Atas Permintaan Pribadi

Sekali saya tekankan bahwa proses persalinan caesar yang ditanggung BPJS kesehatan karena adanya indikasi medis yang diberikan oleh Dokter atau bidan pada Faskes I. Jika anda meminta rujukan untuk persalinan caesar, sedangkan Dokter atau Bidan menyatakan kondisi kehamilan anda baik-baik saja maka pihak BPJS tidak akan menanggung biaya persalinan tersebut.

Jadi harus selalu mengikuti prosedur yang sudah ditentukan agar anda tidak salah paham nantinya.

Baca Juga : BPJS PBI Membantu Masyarakat Tidak Mampu Mendapatkan Layanan Kesehatan

6. Persiapkan Dokumen Persyaratan

Setelah Dokter memberikan indikasi bahwa kehamilan anda bermasalah dan memerlukan persalinan secara caesar, maka segera persiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti :

  • Kartu Keluarga ( KK ) asli dan fotocopy
  • Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) asli dan fotocopy
  • Kartu BPJS Kesehatan Ibu hamil asli dan fotocopy

Sebaiknya fotocopy dokumen jangan hanya satu, tapi minimal persiapkan hingga sepuluh lembar untuk menghindari kekurangan pada saat dibutuhkan untuk persyaratan lainnya.

7. Daftarkan Bayi Baru Lahir

Setelah proses persalinan caesar dilakukan, segeralah daftarkan bayi anda menjadi peserta BPJS kesehatan. Hal ini dilakukan agar biaya perawatan bayi di Rumah sakit tersebut ditanggung BPJS kesehatan.

Baca Juga : Cara Daftar BPJS Bayi Baru Lahir : Syarat dan Prosedur (Terbaru)

Itulah beberapa syarat dan prosedur yang perlu anda perhatikan agar persalinan caesar dengan BPJS Gratis atau biaya persalinan ditanggung BPJS. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here