Perbedaan Peserta PPU dan PBPU BPJS Ketenagakerjaan

0
345

Intanblog.com – Jenis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dibedakan menjadi 4 golongan yakni PPU, PBPU, Jasa konstruksi, dan pekerja migran Indonesia. Dari semua kepesertaan tersebut yang paling banyak terdaftar adalah untuk golongan peserta PPU dan PBPU. Nah kali ini saya akan membahas perbedaan peserta PPU dan PBPU BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari pengertian, iurannya, dan program yang diperoleh peserta.

Perbedaan peserta ppu dan pbpu bpjs ketenagakerjaan

Perlu anda ketahui PPU adalah Peserta Penerima Upah maksudnya setiap orang yang bekerja menerima upah, gaji, atau imbalan dalam bentuk lain dari pemberi kerja. Sedangkan PBPU adalah Peserta Bukan Penerima Upah artinya pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya.

Baca juga : Kecelakaan Saat Bekerja, Biaya Medis Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan Sepenuhnya

Perbedaan Peserta PPU dan PBPU BPJS Ketenagakerjaan

Peserta PPU dan PBPU tentu saja sama-sama peserta BPJS Ketenagakerjaan yang akan memperoleh manfaatnya untuk setiap program yang dipilih. Selain itu, kedua jenis kepesertaan tersebut juga sama-sama bisa mengakses aplikasi BPJS-TKU Mobile. Namun perlu anda ketahui, ada beberapa perbedaan mendasar antara PPU dan PBPU antara lain.

Baca Juga :   Bedanya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek)

1. Iuran Kepesertaan

Peserta PPU pembayaran iurannya akan dibagi sesuai dengan porsinya dengan pemberi kerja, sedangkan peserta PBPU sepenuhnya dibayarkan oleh peserta. Penjelasannya seperti berikut.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) – Untuk PPU sebesar 0,24%-1,74% dari upah yang dilaporkan dan sepenuhnya dibayarkan pemberi kerja. Sedangkan PBPU sebesar 1% dibayar sepenuhnya oleh peserta.
  • Jaminan Kematian (JK) – Untuk PPU sebesar 0,3% dibayarkan Perusahaan. Sedangkan peserta PBPU sebesar Rp 6.800 dibayarkan oleh peserta.
  • Jaminan Hari Tua (JHT) – Untuk PPU sebesar 2% dibayar oleh peserta dan 3,7% dibayar Perusahaan atau pemberi kerja. Sedangkan PBPU sebesar 2% dibayar oleh peserta.

2. Program Kepesertaan

Disini untuk kedua jenis kepesertaan antara PPU dan PBPU akan diberikan pilihan program yang bisa diikuti. Namun dari 4 program yang ada seperti JKK, JK, JKM, dan JP untuk peserta PPU hanya bisa mengikuti 3 program saja. Jadi yang tidak bisa diikuti oleh peserta PPU adalah program Jaminan Pensiun (JP).

Baca Juga :   Bisakah Kartu BPJS Kesehatan Dinonaktifkan dan Berhenti Bayar Iuran? Ini Penjelasannya

Sedangkan untuk peserta PPU bisa mengikuti semua program yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Jaminan Pensiun (JP) iurannya sebesar 1% dibayar oleh peserta dan 2% dibayar oleh Perusahaan atau pemberi kerja dari upah yang dilaporkan.

Baca juga : Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan : Besaran Iuran, Manfaat dan Cara Klaim

3. Layanan e-Klaim

Layanan e-Klaim yang terdapat pada aplikasi BPJSTKU mobile memudahkan peserta dalam melakukan klaim JHT secara online. Namun layanan ini hanya bisa digunakan oleh peserta PPU saja, sedangkan untuk peserta PBPU tidak bisa menggunakannya.

Baca juga : Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online Via Aplikasi BPJSTKU

Tabel perbedaan

PPU PBPU
– Iuran dibayarkan sesuai porsinya antara pekerja dan pemberi kerja (Perusahaan) – Iuran sepenuhnya dibayarkan oleh peserta
– Mendapatkan 4 program (JKK, JK, JHT, dan JP) – Hanya 3 program (JKK, JK, dan JHT)
– Bisa melakukan klaim secara online melalui layanan e-Klaim – Klaim hanya bisa dilakukan melalui kantor BPJS Ketenagakerjaan

Itulah perbedaan peserta PPU dan PBPU BPJS Ketenagakerjaan yang paling mendasar. Namun secara keseluruhan untuk layanan yang diperoleh kedua golongan kepeserta an tersebut sama saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here