Rumah Dp 0 Di Jakarta Berbentuk Rumah Susun, Apa Alasannya?

0
172

Rumah Dp 0 persen yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat Jakarta khususnya bagi mereka yang belum memiliki hunian kini jadi kenyataan, karena saat ini sudah memasuki tahap pembangunan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tanggal 18 Januari 2018 telah melakukan peletakan batu pertama secara simbolis sebagai tanda bahwa proyek tersebut mulai dikerjakan.

Rumah Dp 0 persen - Rumah Dp 0 Di Jakarta Berbentuk Rumah Susun, Apa Alasannya?

Lokasi pertama yang sedang dikerjakan berada di kawasan Klapa Village, Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lokasi ini terletak di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa.

Baca Juga :
Pengertian Deposito : Keuntungan, Mekanisme Dan Cara Menghitung Bunga

Rumah Dp 0 Di Jakarta Berbentuk Rumah Susun

Rencananya, hunian dengan Dp 0 persen yang sedang dikerjakan ini nantinya akan berbentuk rumah susun (rusun). Program ini sebagai bentuk penepatan janji pada masa kampanye PILKADA tahun 2017 yang dilakukan Anies Baswedan beserta wakilnya Sandiaga Uno.

Rumah susun ini berbeda dengan rumah tapak pada umumnya yaitu bentuk bangunannya yang tinggi serta di dalamnya berisi beberapa unit ruangan untuk dihuni layaknya sebuah gedung apartemen. Jenis rumah susun dipilih oleh pihak pemprov DKI Jakarta dengan alasan untuk menekan harga hunian tersebut.



Seperti yang kita ketahui, harga properti saat ini semakin mahal apalagi jika lokasinya berada di Jakarta. Harga untuk rumah tapak saja paling tidak untuk type terendah adalah lebih dari Rp 400 juta per unit. Sedangkan rusun dengan Dp 0 persen yang ditawarkan pemprov DKI Jakarta harganya Rp 185 juta hingga Rp 320 juta per unit.

Rumah Dp 0 ini ditujukan bagi warga Jakarta yang belum memiliki hunian sendiri dan gajinya di bawah Rp 7 juta per bulan serta dengan mengikuti beberapa syarat yang sudah tentukan oleh pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga :
Apa Itu Obligasi? Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Apa Yang Diterima Pemilik Rumah Dp 0

Bagi warga Jakarta yang telah memiliki hunian dengan Dp 0 persen ini nantinya akan menerima unit rumah tersebut beserta surat-surat kepemilikan atau sertifikat layaknya rumah tapak, namun ada perbedaannya.

Berhubung hunian ini berbentuk rusun maka pemilik akan menerima Sertifikat Hak Milik Satuan atas Rumah Susun (SHM Sarusun) dan Hak Guna Bangunan (HGB). Yang perlu diperhatikan bagi pemilik hunian ini nantinya adalah status HGB hanya berlaku selama 30 tahun. Jika masa berlaku habis, bisa diperpanjang lagi hingga 25 tahun dengan biaya yang sudah ditentukan.

Sedangkan status lahan pada rumah susun menjadi milik bersama, berbeda dengan rumah tapak yang status kepemilikannya termasuk bangunan dan lahan.

Rumah Dp 0 Solusi Bagi Warga Jakarta

Warga Jakarta yang memimpikan memiliki rumah akhirnya bisa terwujud dengan adanya program kepemilikan rumah Dp 0 persen ini. Hal ini dinilai akan mengurangi jumlah warga Jakarta yang saat ini belum memiliki rumah.

Sesuai dengan data yang dimiliki tim Anies-Sandi bahwa warga Jakarta yang belum memiliki rumah sendiri sebesar 40%. Jumlah ini jelas termasuk besar jika dibandingkan dengan warga yang sudah memiliki rumah sebesar 51%.

Baca Juga :
Pengertian NPWP Pribadi : Manfaat Dan Syarat Memiliki NPWP

Selain penghasilan yang rendah, warga yang belum memiliki rumah terkendala dengan harga properti di Jakarta yang semakin mahal. Maka untuk membeli rumah semakin sulit untuk dicapai.

Memang saat ini ada pilihan bagi warga untuk memiliki hunian dengan bantuan KPR, namun syarat untuk membeli rumah dengan KPR harus memberikan DP sebesar 20-30% dari harga jual rumah tersebut. Jelas dengan besaran DP 20-30% bagi warga Jakarta dengan penghasilan rendah akan sangat sulit untuk membayarnya.

Oleh karena itu dengan adanya program kepemilikan rumah Dp 0 sangat membantu warga Jakarta untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan memiliki rumah sendiri.

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar anda!
Masukkan nama anda disini