Status Peserta BPJS Kesehatan Setelah Resign atau PHK

0
1279

Bagi anda yang bekerja sebagai karyawan pasti sudah didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan oleh Perusahaan tempat anda bekerja. Selama anda masih bekerja, maka iuran BPJS Kesehatan akan dibayarkan oleh Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tapi bagaimana status peserta BPJS Kesehatan setelah resign atau PHK? Bagaimana sistem pembayaran iurannya?

Status peserta BPJS Kesehatan setelah resign atau PHK - Status Peserta BPJS Kesehatan Setelah Resign atau PHK

Sebagai karyawan yang telah resign maupun di PHK tentu anda akan merasa bingung dengan status kepesertaan BPJS Kesehatan anda. Tentu akan muncul berbagai pertanyaan dalam diri anda, Apakah statusnya akan terus aktif dan pembayaran iuran akan terus berlanjut? Untuk menjawab semuanya, silahkan baca artikel ini sampai selesai agar anda paham.

Baca Juga : Perbedaan Faskes Pertama dan Faskes Lanjutan BPJS Kesehatan

Status Peserta BPJS Kesehatan Setelah Resign atau PHK

Sebagai catatan, peserta BPJS Kesehatan dibagi menjadi dua yaitu Peserta Penerima Upah (PPU) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).



Peserta PPU atau karyawan, untuk iuran dikenakan 5% dari gaji pokok yang sistem pembayarannya sebanyak 4% dibayar oleh Perusahaan dan 1% dibayar oleh peserta yang langsung dipotong dari gaji yang diterima.

Sedangkan untuk Peserta PBPU atau peserta mandiri sistem pembayarannya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga dan kelas yang dipilih. Biasanya tagihan akan langsung dihitung untuk seluruh anggota keluarga dalam setiap bulannya.

Dalam hal ini yang menjadi pertanyaan adalah khusus bagi peserta PPU yang telah resign maupun PHK, bagaimana kelanjutan kepesertaan dan pembayaran iuran untuk setiap bulannya. Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga : Apakah Prothesa Gigi atau Gigi Palsu Ditanggung BPJS Kesehatan?

1. Status Setelah Pengunduran Diri (Resign)

Pengunduran diri atau resign merupakan keputusan yang diambil oleh karyawan itu sendiri yang memutuskan untuk keluar dari Perusahaan tempatnya bekerja. Lalu bagaimana status kepesertaan BPJS Kesehatan yang dimiliki setelah resign?

Bagi karyawan yang telah resign maka secara otomatis Perusahaan sudah tidak bertanggungjawab terhadap iuran BPJS Kesehatan yang bersangkutan pada bulan berikutnya. Oleh karena itu, setelah resign anda diharuskan segera mengurus perubahan status kepesertaan BPJS Kesehatan untuk menghindari denda akibat tunggakan tagihan.

Perubahan itu dimaksudkan agar status peserta yang sebelumnya PPU menjadi peserta PBPU atau peserta mandiri. Untuk melakukannya datanglah ke kantor BPJS Kesehatan setempat dan membawa persyaratan sebagai berikut :

  • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotocopy
  • Kartu BPJS Kesehatan asli
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotocopy
  • Surat keterangan pengunduran diri (resign) dari Perusahaan

Setelah status dirubah menjadi PBPU, maka untuk selanjutnya pembayaran iuran dilakukan oleh anda sendiri setiap bulannya sesuai dengan kelas yang dipilih.

Baca Juga : Prosedur Membeli Kacamata Pakai BPJS Kesehatan

2. Status Setelah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Berbeda dengan resign, PHK merupakan pemutusan hungungan kerja yang dilakukan oleh Perusahaan karena alasan tertentu bukan atas permintaan karyawan yang bersangkutan.

Bagi anda yang mengalami PHK maka selama enam bulan selanjutnya status kepesertaan BPJS Kesehatan masih dapat digunakan tanpa perlu membayar iuran. Artinya, dalam enam bulan tersebut iuran BPJS Kesehatan masih menjadi tanggungjawab Perusahaan tempat anda bekerja sebelumnya.

Namun anda harus secepatnya melakukan perubahan status kepesertaan jika :

  • Selama 6 bulan sejak di PHK belum mendapatkan pekerjaan kembali maka anda harus lapor ke dinas sosial setempat untuk merubah status peserta menjadi Peserta Bebas Iuran (PBI) jika anda merasa tidak mampu membayar iuran bulanan.
  • Jika sudah mendapatkan pekerjaan baru, maka anda harus merubah status peserta menjadi peserta mandiri atau pindah menjadi peserta PPU pada Perusahaan baru tempat anda bekerja.
  • Jika setelah 6 bulan belum juga melakukan perubahan data kepesertaan menjadi peserta mandiri maupun peserta PPU pada Perusahaan lain, maka seharusnya tidak ada utang piutang antara pihak BPJS Kesehatan dan peserta yang bersangkutan.

Tapi sebaiknya untuk menghindari tunggakan iuran yang akhirnya akan merugikan anda sendiri, terutama terkait manfaat BPJS Kesehatan maka sebeluim 6 bulan anda sudah merubah status kepesertaan menjadi peserta mandiri melalui kantor BPJS Kesehatan setempat.

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar anda!
Masukkan nama anda disini