Tata Cara Penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

0
1824

Intanblog.com – Meskipun program BPJS Kesehatan sudah berjalan lama, namun masih saja ada masyarakat yang belum paham bagaimana tata cara penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah sakit. Jika peserta tidak mengikuti tata cara yang benar, maka bisa saja kartu BPJS Kesehatannya tidak diterima pihak Rumah sakit. Oleh karena itu masyarakat harus benar-benar paham terkait tata cara atau prosedur penggunaan kartu BPJS Kesehatan.

Tata Cara Penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit - Tata Cara Penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

Banyak kasus terjadi ketika pasien berobat ke suatu Rumah sakit menggunakan kartu BPJS Kesehatan akhirnya ditolak. Hal tersebut karena peserta tidak mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu peserta wajib paham urutan tahap demi tahap mulai dari tingkat pelayanan kesehatan pertama hingga tingkat lanjutan yang melayani peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga : Cetak Kartu BPJS Bagi Peserta Baru : Syarat dan Mekanismenya

Tata Cara Penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

Rumah sakit yang ditunjuk atau Rumah sakit partner BPJS Kesehatan akan menerima pasien yang merupakan peserta BPJS Kesehatan jika mereka memenuhi prosedur. Hal ini ditujukan bagi semua peserta, baik peserta kelas I, II, III, peserta PBI maupun non PBI. Berikut ini tata cara penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit :

Berobat Penyakit Umum

Penyakit umum disini maksudnya adalah jenis penyakit ringan yang umum diderita seperti flu, batuk, demam, dan lain sebagainya. Biasanya jenis penyakit ini tidak memerlukan penanganan medis yang lebih serius dan bisa ditangani oleh dokter pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes 1).

  1. Kunjungi Faskes 1 (Puskesmas atau Klinik) yang tertera pada kartu BPJS Kesehatan anda untuk berobat. Faskes 1 ini yang menentukan tempatnya adalah peserta sendiri ketika melakukan pendaftaran.
  2. Menuju loket pendaftaran, serahkan KTP dan kartu BPJS Kesehatan untuk proses pendaftaran. Jika kepesertaan anda tidak ada masalah, maka pendaftaran anda diterima dan menunggu panggilan sesuai antrian untuk diperiksa dokter.
  3. Biaya pengobatan akan ditanggung BPJS Kesehatan sepenuhnya.

Catatan : Berobat penyakit umum biasanya hanya dilakukan pada Faskes 1 dan tidak perlu di Rumah Sakit. Kecuali atas saran Dokter setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata memerlukan penanganan medis di Rumah sakit.

Baca juga : Perbedaan Faskes Pertama dan Faskes Lanjutan BPJS Kesehatan

Berobat Penyakit Berat

Penyakit berat maksudnya adalah jenis penyakit yang memerlukan penanganan khusus dan tidak bisa ditangani oleh Faskes Pertama. Untuk jenis penyakit ini maka perlu ditangani di Rumah Sakit dengan peralatan atau Dokter spesialis.

  1. Pertama silahkan kunjungi Faskes Pertama sesuai yang tertera di kartu BPJS Kesehatan untuk meminta surat rujukan ke Rumah Sakit. Surat rujukan ini sangat penting agar  biaya pengobatan anda ditanggung BPJS Kesehatan.
  2. Setelah mendapatkan surat rujukan, segera kunjungi Rumah sakit rujukan. Masuk loket pendaftaran khusus pasien rawat jalan BPJS Kesehatan. Persyaratan pendaftaran biasanya KTP, kartu BPJS Kesehatan, dan surat rujukan. Pilihlah dokter spesialis sesuai dengan penyakit yang diderita.
  3. Tunggu antrian untuk mendapatkan giliran pemeriksaan medis oleh Dokter spesialis.
  4. Biaya pengobatan yang sesuai dengan prosedur di atas akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Baca juga : Persalinan Caesar Dengan BPJS Gratis, Ini Syarat dan Prosedurnya

Berobat Penyakit Darurat

Penyakit darurat adalah jenis penyakit yang memerlukan penanganan medis segera karena dalam kondisi kritis atau gawat darurat. Penyakit yang termasuk gawat darurat akan mengancam nyawa pasien jika tidak dilakukan penanganan medis dengan segera.

  1. Bawa pasien ke Rumah sakit yang memiliki fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis. Utarakan keluhan yang dirasakan pasien kepada perawat atau Dokter jaga.
  2. Keluarga pasien mengurus proses administrasi ke ruang pendaftaran. Bawa KTP dan kartu BPJS Kesehatan pasien. Khusus untuk kondisi gawat darurat tidak memerlukan surat rujukan dari Faskes 1.
  3. Paien yang ditangani di IGD, setelah kondisi membaik maka akan dipindahkan ke ruangan rawat inap sesuai dengan kelasnya. Misal pasien terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas 2, maka akan ditempatkan pada ruangan rawat inap dengan fasilitas kelas 2.
  4. Biaya perawatan rawat inap selama di Rumah sakit tersebut akan ditanggung BPJS Kesehatan sepenuhnya.

Peserta BPJS Kesehatan akan Dilayani dengan Baik Jika Sesuai dengan Prosedur

Jika peserta menjalankan proses pengobatan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan, maka akan mendapatkan haknya secara penuh. Penolakan dan lain sebagainya, biasanya karena peserta tidak menjalankannya secara prosedur. Atau memang kepesertaannya mengalami masalah karena keterlambatan pembayaran iuran.

Sebagai catatan, telat membayar iuran maka peserta akan mendapatkan denda dan kartu akan dinonaktifkan. Perihal keterlambatan pembayaran iuran silahkan baca disini ( Telat Bayar Iuran BPJS Kesehatan : Berapa Denda Yang Harus Dibayarkan? ).

Itulah penjelasan mengenai tata cara penggunaan BPJS Kesehatan di Rumah sakit yang perlu anda ketahui. Semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini