Telat Bayar Iuran BPJS Kesehatan : Berapa Denda Yang Harus Dibayarkan?

0
141

Bagi peserta BPJS Kesehatan, khususnya peserta mandiri yang membayar iuran bulanan sendiri memang paling sering mengalami kendala dalam pelayanan kesehatan. Kendala yang paling sering terjadi adalah kartu tidak aktif dikarenakan telat bayar iuran BPJS Kesehatan.

Keterlambatan pembayaran iuran bulanan untuk masing-masing peserta bervariasi, ada yang telat bayar 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, bahkan ada juga yang telat bayar hingga 1 atau 2 tahun lebih. Yang menjadi persoalan adalah berapa denda yang harus dibayarkan peserta jika ingin kembali menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk berobat atau rawat inap?

Telat Bayar Iuran BPJS Kesehatan : Berapa Denda Yang Harus Dibayarkan?

Jika anda telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, itu artinya anda telah setuju dengan kewajiban peserta yaitu rutin membayar iuran tidak melebihi tanggal 10 setiap bulannya. Namun kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak memahami hal tersebut, sehingga kasus telat bayar iuran BPJS Kesehatan masih sering terjadi. Telat membayar iuran bulanan bukan hanya kartu anda akan dinonaktifkan sementara, namun anda juga akan dikenakan denda.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2016 Tentang Jaminan Kesehatan, mengatur sanksi bagi peserta yang telat membayar iuran bulanan melebihi satu bulan maka penjaminan kepada peserta dihentikan sementara.

Denda Rawat Jalan

Bagi anda yang mengalami telat bayar iuran mulai dari satu bulan atau bahkan hingga di atas satu tahun tentu tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis dari BPJS Kesehatan. Hal ini dikarenakan kartu kepesertaan anda dalam masa dihentikan atau dinonaktifkan sementara.

Iuran dinyatakan telat bayar jika peserta belum membayar tagihan bulan ini hingga melebihi tanggal 10 pada bulan berikutnya. Sebagai contoh, iuran bulan Maret belum dibayar hingga melebihi tanggal 10 di bulan April. Maka ini sudah dinyatakan telat bayar satu bulan dan secara otomatis kartu anda akan dinonaktifkan sementara.

Untuk kembali mengaktifkan kartu BPJS Kesehatan, anda hanya perlu membayar total tunggakan yang belum dibayarkan baik itu tunggakan 1 bulan, 2 bulan atau bahkan 12 bulan.

Sebagai contoh, anda merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas 3 dengan total jumlah anggota keluarga sesuai dengan data di Kartu Keluarga (KK) adalah 4 orang (1 kepala keluarga, 1 istri, dan 2 orang anak). Sedangkan iuran bulanan untuk peserta kelas 3 adalah Rp 25.500 per anggota keluarga, sehingga untuk 4 anggota keluarga total iuran bulanannya adalah Rp 102.000.

Karena sedang terjadi sesuatu hal sehingga anda mengabaikan kewajiban iuran BPJS Kesehaatan hingga 12 bulan dan saat ini status kepesertaan tidak aktif. Maka untuk mengaktifkannya kembali, anda harus membayar total tagihan bulanan sebesar Rp 102.000 dikalikan jumlah bulan tertunggak yaitu 12 bulan ditambah tagihan bulan berjalan.

Setelah tagihan tertunggak dibayarkan, maka secara otomatis status kepesertaan anda berubah menjadi aktif kembali dan sudah bisa digunakan lagi untuk berobat rawat jalan.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Tak Lagi Tanggung Obat Kanker Ini Mulai 1 Maret 2019

Bagaimana Jika Tunggakan Iuran Lebih dari 1 Tahun?

Sesuai dengan prosedurnya, peserta yang menunggak iuran bulanan melebihi 12 bulan atau di atas 1 tahun maka tunggakan maksimal yang harus dibayarkan hanya sampai dengan 12 bulan atau 1 tahun saja. Jadi jika anda ternyata menunggak iuran selama 2 atau 3 tahun, maka tunggakan yang harus dibayarkan untuk mengaktifkan kembali status kepesertaan adalah maksimal hanya 12 bulan (1 tahun) saja.

UPDATE : Pada aturan terbaru, berdasarkan Perpres No. 82 Tahun 2018 Tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mulai berlaku sejak 18 Desember 2018, isinya mengatur tentang ketentuan penghitungan tunggakan iuran bagi peserta dengan sistem yang baru. Pada Perpres terbaru, tunggakan iuran yang wajib dibayarkan oleh peserta adalah maksimal 24 bulan atau 2 tahun. Informasi ini bisa anda baca disini.

Baca Juga : Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Secara Online

Denda Rawat Inap

Perlu diketahui bahwa status kepesertaan yang sebelumnya dinonaktifkan karena telat bayar iuran memang langsung bisa digunakan untuk berobat rawat jalan, namun selama 45 hari sejak diaktifkan belum bisa dimanfaatkan untuk rawat inap. Jika sebelum 45 hari sejak kartu diaktifkan ternyata anda membutuhkan rawat inap, maka anda akan dikenakan denda sebesar 2,5 persen dari total diagnosa akhir dikalikan total jumlah bulan tertunggak.

Sebagai contoh, anda membutuhkan rawat inap karena diagnosis penyakit jantung koroner dan menghabiskan biaya Rp 10 Juta. Agar biaya tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pihak BPJS Kesehatan, maka anda harus membayar denda rawat inap terlebih dahulu dengan ketentuan 2,5 persen dari Rp 10 Juta dikalikan total bulan tertunggak. Maksimal untuk denda yang dibayarkan tidak melebihi Rp 30 Juta.

Baca Juga : Cara Cek Status Kartu BPJS Kesehatan : Apakah Masih Aktif atau Tidak

Satu lagi yang perlu diingat, denda dikenakan berdasarkan untuk masing-masing diagnosa. Jadi jika sebelumnya anda dirawat inap karena diagnosa penyakit jantung koroner, tapi dalam rentan 45 hari tersebut harus rawat inap lagi dengan diagnosa penyakit lain maka anda akan dikenakan denda dengan perhitungan yang sama. Namun jika rawat inap yang kedua masih dengan diagnosa yang sama, maka rawat inap kedua tersebut tidak dikenakan denda lagi karena sudah dibayarkan pada rawat inap pertama.

Pengurusan dan pelunasan denda rawat inap bisa dilakukan melalui kantor BPJS Kesehatan terdekat 3×24 jam setelah pasien dirawat inap atau 3×24 jam sebelum pasien dinyatakan boleh pulang, lebih cepat lebih baik.

Bayarlah Iuran BPJS Kesehatan Rutin Setiap Bulan

Aturan denda diberlakukan agar masyarakat lebih memperhatikan kewajibannya sebagai peserta jaminan kesehatan nasional. Agar terhindar dari denda di kemudian hari sebaiknya lakukan pembayaran iuran rutin setiap bulannya sebelum tanggal 10. Apalagi BPJS Kesehatan sangat bermanfaat untuk meringankan beban masyarakat karena biaya perawatan kesehatan saat ini semakin mahal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here