Testnet Telah Berlangsung, Vexanium Bakal Punya Blockchain Sendiri

0
327

Intanblog.com – Pada hari Jumat, 19 April 2019 yang lalu Vexanium secara resmi telah meluncurkan sesi testnet mereka ke publik. Testnet ini merupakan sesi percobaan dan pengenalan sebelum Vexanium benar-benar berdiri di atas teknologi Blockchain sendiri. Seperti yang telah ramai dibicarakan bahwa kabarnya Vexanium akan membuat publik Blockchain sendiri layaknya ERC20 milik Ethereum. Langkah ini mereka ambil agar lebih leluasa dan menjangkau lebih banyak segmen.

Testnet Telah Berlangsung Vexanium Bakal Punya Blockchain Sendiri - Testnet Telah Berlangsung, Vexanium Bakal Punya Blockchain Sendiri

Dalam launching sesi testnet ini mencakup Wallet BETA baik untuk versi Desktop dan juga MAC OS. Selain itu Vexanium juga memperkenalkan testing DApps (Decentralized Apps) yang memungkinkan programmer membuat aplikasi di atas Blockchain Vexanium. Decentralized apps adalah trend terbaru saat ini, sama seperti kita membicarakan ecommerce marketplace di indonesia tahun 2005, atau membicarakan “internet” di tahun 1995, kemungkinan berkembang masih sangat luas dan besar.

Baca Juga : Install Aplikasi Vexgift : Dapatkan Voucher Belanja dan Smartphone Gratis

Testnet Vexanium Telah Berlangsung

Seperti yang kita ketahui, proyek Vexanium diciptakan sejak awal menggunakan Achain Blockchain. Untuk kedepan, setelah memiliki Blockchain sendiri mereka akan melakukan swap dari Achain ke Blockchain Vexanium.

Teknologi blockchain Vexanium memungkinkan pengguna untuk membuat smart contract (kontrak pintar) dan DApps (Decentralized Application/Aplikasi Terdesentralisasi) di atas jaringan blockchain Vexanium. Jika dilihat sekilas, maka teknologi ini terlihat sama dengan Ethereum, namun ada perbedaan yang signifikan dari fitur-fitur yang ditawarkan keduanya.

Berikut ini beberapa fitur yang akan ada di dalam platform Blockchain Vexanium, seperti yang saya kutip melalui blog resminya.

1. Dari segi skalabilitas, Vexanium akan mampu menampung 1500 hingga 2000 TPS (Transactions per second/Transaksi perdetik), sementara sementara kebanyakan platform blockchain lain hanya mampu menampung 10 hingga 100 TPS saja.

2. Dari segi biaya transaksi, Vexanium tidak menggunakan biaya transaksi seperti platform kebanyakan yang biasanya membutuhkan biaya transaksi di setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna.

3. Dari segi konsensus, Vexanium akan menggunakan konsensus DPoS (Delegated Proof of Stake) yang berarti Vexanium akan lebih mengedepankan skalabilitas dan performa jaringan yang mumpuni.

4. Dari segi pembuatan smart contract dan bahasa pemrograman, blockchain Vexanium akan menggunakan bahasa Pemrograman C++ sehingga programmer akan lebih mudah dalam membuat smart contract dengan menggunakan blockchain dari Vexanium

5. Fitur anti pencurian dan pembekuan, dengan menggunakan DPos maka teknologi blockchain Vexanium akan mampu untuk memperbarui kode kontrak yang tidak sesuai atau salah tanpa melibatkan hard fork.

Dalam proyek mainnetnya kedepan Vex menggunakan Bahasa pemograman berupa C/C++. Mereka percaya C++ adalah sebuah bahasa pemograman yang paling populer saat ini jadi harapannya adalah lebih banyak developer tartarik untuk membuat smart contract di VEX. Beberapa hal yang perlu di kuasai nanti adalah C++ , Phyton dan WebAssembly.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis Langsung Masuk Rekening Terbaru 2019

Jika Ethereum memiliki ERC20 dan Tron memiliki TRC20 sebagai nama token mereka maka kabarnya Vexanium akan menamainya dengan VEX.TOKEN. Pada akhirnya VEX.TOKEN akan menjadi token standar dan Smart Contract dari Vexanium.

Vexanium pada tahun 2019 ini memang lebih fokus ke proyek Testnet dan pengenalan DPOS. Apa itu DPOS (Delegate Proof of Stake)? Berikut ini kutipan penjelasannya.

” Seperti yang kita ketahui bahwa POS (Proof Of Stake) merupakan keadaan dimana Anda memiliki koin dalam jumlah tertentu, Anda bisa melakukan verifikasi transaksi atau menjadi miner dalam konsep Proof Of Work pada ETH maupun Bitcoin.

DPOS merupakan keadaan dimana tidak semua user yang memiliki VEX dapat melakukan verifikasi transaksi tapi hanya user terpilih yang bisa menjadi block producers atau mereka yang bisa memverifikasi transaksi. Pemilihan menjadi Block producers ini akan di laksanakan dengan Sistem Voting secara Berkala seperti sistem demokrasi dan pemilihan presiden. Kurang lebih di awal kita membutuhkan sekitar 12 juta vex untuk menjadi kandidat proses pemilihan kandidat akan berjalan selama 4 bulan awal setelah Mainet VEXANIUM RELEASE.”

Melihat geliat Vexanium dalam menjalankan proyek Blockchainnya maka bisa kita prediksi bahwa Vexanium ingin menjadi leader di Industri Blockchain untuk Indonesia bahkan di Asia tenggara. Tentu menarik untuk terus mengikuti perkembangan Vexanium kedepannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama Anda di sini