Tips Investasi Emas : Kapan Sebaiknya Menjual Emas?

0
5

Intanblog.com – Salah satu sifat dari investasi emas adalah likuid atau mudah dicairkan. Jadi, saat Anda sedang membutuhkan dana darurat, maka Anda bisa menjual dalam waktu yang singkat. Anda hanya perlu ke toko emas, Pegadaian, atau butik emas saja, maka, emas yang akan dijual pun bisa segera ditukar dengan rupiah.

Tips Investasi Emas : Kapan Sebaiknya Menjual Emas?

Namun, jika Anda sedang tidak dalam keadaan yang terjepit, sebaiknya, tunggu sampai waktu yang tepat untuk menjualnya. Sehingga, nantinya, investasi emas Anda akan memberikan hasil yang maksimal.

Lalu, kapankah waktu yang paling tepat untuk menjual emas? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Waktu Jual Emas yang Paling Tepat

Hal yang perlu Anda perhatikan saat akan menjual emas adalah adanya selisih harga antara harga beli dan buyback-nya. Jadi, apabila hari ini, harga emas batangan adalah Rp 1.016.000,- , maka harga jualnya akan menjadi Rp 913.000,- saja. Nah, angka tersebut belum termasuk pajak jika nominal melebihi Rp 10.000.000,-.

Akan tetapi, Anda jangan mudah tergoda dari kenaikan harga yang ada. Jika terlalu mudah menjualnya, maka uang Anda tidak bisa berkembang dan tidak dapat memenuhi tujuan investasi emas. Padahal, emas lebih cocok jika dijadikan sebagai investasi jangka panjang. Lebih tepat jika investasi emas menjadi persiapan ketika mendesak serta bisa juga diwariskan kepada keturunan Anda.

Keuntungan investasi emas baru bisa dirasakan apabila Anda menyimpan sekurang-kurangnya 6 bulan sampai 1 tahun. Agar keuntungan lebih optimal, maka setidaknya harus menunggu selama 3 tahun sebelum emas dijual kembali. Apalagi, saat ini, informasi mengenai harga emas sudah semakin mudah diakses sehingga Anda lebih mudah memantau harga yang paling sesuai.

Untuk melihat harga emas sedang naik atau turun, Anda hanya perlu mengeceknya di berbagai situs. Mulai dari LM, Pegadaian, atau di platform investasi emas online seperti Ladara.

Ketahui Faktornya Agar Waktu Investasi Emas Lebih Tepat

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas diantaranya nilai tukar rupiah terhadap dollar, stabilitas ekonomi dunia, produsen emas, dan sebagainya. Apabila nilai mata uang dollar jatuh, harga emas akan turun, sehingga, Anda bisa mulai membelinya. Sebaliknya, apabila nilai mata uang dollar merosot, maka harga emas akan naik dan ini adalah waktu yang tepat untuk menjualnya.

Hal yang tidak kalah penting saat penjualan emas adalah adanya pajak yang akan dikenakan. Pajak akan diambil dari jumlah keuntungan yang Anda peroleh. Berdasar PMK nomor 34/PMK.10/2-17, menyebutkan apabila transaksi dengan nominal lebih dari Rp 10.000.000,-, maka akan dikenakan PPh 1,5% bagi pemegang NPWP serta 3% bagi non-NPWP. PPh ini akan dipotong langsung dari nilai buyback yang Anda lakukan.

Alasan untuk Menjual Emas

Selain menunggu harganya naik, ada beberapa alasan bagi Anda bisa menjual investasi emas Antam. Pertama, ketika harganya naik. Otomatis, saat harga naik seperti saat ini, Anda bisa memperoleh keuntungan yang cukup besar. Tidak perlu menunggu harga emas lebih tinggi lagi, sebab, semakin lama menyimpannya, ada risiko harga emas yang dapat turun kapan saja.

Selain itu, Anda juga bisa menjual emas ketika membutuhkan dana secara cepat. Meskipun idealnya, emas menjadi investasi jangka panjang, tetapi, saat dalam keadaan terjepit, maka emas adalah dana darurat yang bisa digunakan. Sebab, emas adalah simpanan terbaik bagi Anda memperoleh uang tunai secara cepat.

Investasi emas juga dapat Anda hentikan apabila sudah mencapai tujuan yang diinginkan. Semisal, saat jumlah emas Anda sudah cukup untuk melakukan ibadah haji, menikah, atau membeli rumah. Saat itulah, Anda bisa menjualnya untuk memenuhi impian Anda selama ini.

Demikian, semoga dengan menabung dan investasi emas, kondisi keuangan Anda menjadi semakin tertata dan mapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here