Trading Crypto Sistem Arbitrage Apakah Direkomendasikan?

0
86

Intanblog.com – Banyak trader cryptocurrency yang menerapkan sistem arbitrage. Secara garis besar, arbitrage atau arbitrase adalah sistem trading yang dilakukan dengan mengambil selisih harga antara dua market di waktu yang sama. Sebagai contoh anda membeli Bitcoin di market A dengan harga lebih murah dan menjualnya di market B yang harganya lebih mahal. Cara ini adalah penerapan dari trading sistem arbitrage. Lalu trading crypto sistem arbitrage apakah direkomendasikan?

Trading crypto sistem arbitrage apakah direkomendasikan?

Trading dengan cara apapun dan di market manapun sebenarnya bagus dilakukan selama hal tersebut menguntungkan. Karena aktifitas trading adalah tujuannya untuk memperoleh keuntungan finansial. Tapi jika cara yang anda tentukan hasilnya selalu merugi, sebaiknya pakai cara lain yang lebih menguntungkan dan tidak merepotkan.

Baca jugaTrading Forex dan Trading Bitcoin, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Trading Crypto Sistem Arbitrage Apakah Direkomendasikan?

Jika anda adalah pemula, sebaiknya jangan menerapkan sistem trading arbitrage. Gunakanlah cara klasik dengan melakukan trading di satu market, beli di harga murah dan jual di harga lebih mahal dalam satu market. Tentu saja cara ini lebih simpel karena anda tidak perlu membuat akun di market lain. Tapi jika anda memang ingin mencobanya, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu beberapa hal sebelum melakukan arbitrage.

Baca Juga :   Bitcoin Menjadi Pilihan Milenial Selama Pandemi Dibanding Emas

1. Modal

Perhatikan modal yang anda gunakan untuk trading. Sistem arbitrage tentu akan memakan waktu dan biaya lebih karena harus keluar masuk di beda market. Jika modalnya kecil atau nanggung, maka keuntungannya tentu saja tidak akan terasa. Jadi sebaiknya sistem arbitrage dilakukan jika modal anda besar.

2. Biaya atau Fee

Yang perlu diperhatikan lagi adalah biaya atau fee baik itu fee trading maupun fee penarikan (withdraw). Setiap market tentu saja memberlakukan biaya untuk trading dan biaya untuk penarikan aset. Anda harus jeli dalam menghitung fee yang akan anda keluarkan jika melakukan arbitrage. Jangan sampai keuntungan yang anda peroleh justru hanya untuk fee, sehingga hasil akhirnya anda tidak dapat keuntungan sama sekali.

Baca Juga :   Coming soon! Fitur Melipatgandakan Uang Akan Hadir di Tokenomy

Baca jugaRobot Trading Bitcoin Untuk Market Indodax

3. Waktu

Proses withdraw dari market A ke market B tentu saja membutuhkan waktu. Cepat atau lambatnya tergantung dari lalu lintas withdraw di market tersebut. Selain itu jika blockchain sedang overload, maka proses transfer juga akan memakan waktu lebih lama. Sedangkan proses trading di market terus berjalan. Bisa jadi ketika aset sampai di market B ternyata harga sudah berbalik arah atau lebih murah dibanding market A. Tentu ini akan merugikan anda, selain rugi karena selisih harga juga rugi biaya atau fee.

4. Perlu Analisa yang Matang

Anda juga harus paham aktifitas trading di masing-masing market. Selain itu juga harus bisa menganalisa apakah harga tersebut akan bertahan lama atau hanya hitungan beberapa menit saja. Karena untuk transfer aset memerlukan waktu, jadi analisa anda harus benar-benar tepat. Sehingga ketika sampai di market A harga tidak berubah secara signifikan.

Baca Juga :   Woww, Harga Vexanium Hari Ini Tertinggi Selama Tahun 2020

Jika dilihat dari segi aktifitasnya, trading arbitrage sangat merepotkan. Hasil yang diperoleh bisa menguntungkan, jika analisanya tepat. Tapi akan merugikan jika analisanya kurang tepat. Tentu saja kerugiannya bukan hanya secara finansial tapi juga rugi waktu.

Jadi jika selisih harganya tidak terlalu mencolok alangkah baiknya trading di satu market saja agar keuntungannya lebih maksimal. Anda juga tidak direpotkan dengan proses transfer aset dan lain sebagainya dari market A ke market B.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here