Uang elektronik Seperti OVO dan Go Pay Aturannya Diperketat BI

0
235

Intanblog.com – Semakin maraknya transaksi digital di Indonesia seperti halnya transaksi untuk keperluan belanja online, transfer online, dan keperluan online lainnya maka di saat bersamaan semakin marak juga muncul sistem pembayaran menggunakan uang elektronik. Pembayaran seperti ini secara resmi diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia (BI) untuk memastikan tetap aman dan tidak menyimpang. Uang elektronik seperti OVO dan Go Pay maupun lainnya yang saat ini eksis di Indonesia akan diatur lebih ketat oleh BI.

Uang Elektronik compressed - Uang elektronik Seperti OVO dan Go Pay Aturannya Diperketat BI

Berdasarkan aturan terbaru yang telah dikeluarkan BI pada bulan Mei 2018, setiap pihak penyelenggara uang elektronik di Indonesia wajib memiliki izin terlebih dahulu dari Bank Indonesia. Selain itu, limit atau batas maksimal penyimpanan dana pengguna di dalam dompet uang elektronik adalah Rp 10 Juta per pengguna terdaftar.

Baca Juga : Apa Itu Harbolnas 2018? Sejarah, Pelopor, dan Apa Tujuannya?

Uang elektronik Seperti OVO dan Go Pay Aturannya Bakal Diperketat BI

Di Indonesia sendiri saat ini uang elektronik yang sedang naik daun adalah seperti OVO dan Go Pay. Keduanya memang memiliki latar belakang berbeda, namun pada dasarnya keduanya memiliki kegunaan sama yaitu digunakan sebagai alat pembayaran dan transaksi secara online. Jika melihat secara detail, OVO merupakan sebuah aplikasi smart yang memiliki layanan pembayaran dan transaksi online. Bahkan Tokopedia saat ini juga sistem pembayarannya sudah terintegrasi dengan aplikasi OVO menggantikan Toko Cash.



Sedangkan Go Pay atau sebelumnya dinamakan dengan Go Wallet ini merupakan sebuah dompet virtual yang dikeluarkan oleh GO-JEK untuk menyimpan GO-JEK Credit pengguna. Tujuannya sama dengan uang elektronik lainnya yaitu digunakan untuk alat pembayaran dan transaksi online. Go Pay ini sebenarnya lebih difokuskan untuk memfasilitasi aplikasi GO-JEK, namun saat ini juga sudah banyak merchant e-Commerce yang sudah menambahkan Go Pay di dalam sistem pembayarannya.

Bank Indonesia akan mengawasi perkembangan uang elektronik yang digunakan sebagai alat pembayaran di indonesia, hal ini untuk memastikan sistem pembayaran online ini tidak  menyimpang jauh dan tidak menciptakan money creation.

Baca Juga : Belanja Online Melalui Aplikasi Tokopedia Dapat Cashback 50%

Secara garis besar, Money Creation merupakan penciptaan uang yang tidak bisa dikontrol Bank Central sehingga dapat menimbulkan masalah serius pada ekonomi nasional. Hal ini dikarenakan Bank Central tidak bisa mengatur peredaran uang untuk menyokong ekonomi.

loading...

Dengan munculnya OVO, Go Pay dan T-cash maka semakin berkembangnya model pembayaran baru untuk transaksi online. Bahkan di Mal-Mal kota besar yang menjadi rekanan OVO, saat ini pembayaran bisa dilakukan menggunakan OVO Cash dengan menunjukkan Nomor ponsel terdaftar atau dengan scan barcode. Cara ini dinilai lebih cepat karena kasir tidak perlu menyiapkan uang kembalian karena pembayaran dilakukan dengan pas sesuai dengan nominal pembelian.

Menurut BI, perkembangan uang elektronik harus diatur seketat Bank konvensional pada umumnya untuk mencegah munculnya masalah Money Creation seperti penjelasan di atas. Salah satu aturan nyata mencegah Money Creation dari uang elektronik adalah penyelenggara harus menyimpan dana hasil simpanan pengguna di Bank dan dana tersebut tidak bisa digunakan untuk tujuan lain seperti dijadikan kredit.

BI secara terang-terangan memang meyakini adanya potensi bahwa kedepan Indonesia akan menuju ke ekonomi digital. Namun prosesnya dipastikan tidak sampai mengancam stabilitas ekonomi secara signifikan dan sistem pembayarannyapun akan tetap aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here