Volume Aset Digital Di Bawah Rp 1 Milyar Per Bulan, Bakal Dihapus dari Indodax

0
388

Intanblog.com – Indodax sebagai platform jual beli aset digital (cryptocurrency) terbesar di Asia Tenggara mulai memberikan aturan yang ketat. Aturan ini lebih ditujukan bagi aset digital yang sepi peminat atau memiliki volume trading kecil. Ya, sesuai dengan press relase yang dipublikasikan pihak Indodax menyatakan bahwa volume aset digital di bawah Rp 1 Milyar per bulan beresiko dihapus dari Indodax.

Volume Aset Digital Di Bawah Rp 1 Milyar Per Bulan Bakal Dihapus dari Indodax 1 - Volume Aset Digital Di Bawah Rp 1 Milyar Per Bulan, Bakal Dihapus dari Indodax

Jika membaca isi dari aturan tersebut maka volume trading yang dimaksud adalah khusus transaksi di dalam platform Indodax. Rp 1 Milyar per bulan berarti setiap aset digital tersebut paling tidak harus mempunyai transaksi jual beli minimal Rp 35 Juta per hari. Menurut informasinya, aturan tersebut mulai diberlakukan mulai 15 April 2019.

Baca Juga : Indodax CCV 8 : Modal 10 TEN Bisa Bawa Pulang Motor atau Mobil Datsun Go

Volume Aset Digital Di Bawah Rp 1 Milyar Per Bulan, Bakal Dihapus dari Indodax

Proses delisting atau penghapusan aset digital seperti yang akan dilakukan di Indodax memang sudah lebih dulu dilakukan market crypto lain seperti Binance, Huobi, OKEx, dll. Mereka akan menghapus beberapa aset digital yang dinilai kecil peminat atau bahkan hampir tidak ada peminat. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman trading yang lebih baik bagi penggunanya.

Di Indodax sendiri memberlakukan aturan delisting jika aset digital tersebut secara global peringkatnya di atas 500 CMC (Coinmarketcap). Kemudian aset digital tersebut volumenya di Indodax juga kurang dari Rp 1 Milyar per bulan. Artinya jika kedua ketentuan tersebut ternyata terpenuhi bagi aset digital yang diperjualbelikan di Indodax, maka sudah pasti akan dihapus dari Indodax.

Volume Aset Digital Di Bawah Rp 1 Milyar Per Bulan Bakal Dihapus dari Indodax - Volume Aset Digital Di Bawah Rp 1 Milyar Per Bulan, Bakal Dihapus dari Indodax
SCC dan STQ beresiko Delisting

Dalam beberapa hari kebelakang, dari data market Indodax memang ada dua aset digital yang memiliki resiko delisting dalam waktu kedepan yaitu Siacashcoin (SCC) dan Storiqa (STQ). Berdasarkan data Coinmarketcap terbaru, SCC saat ini berada di peringkat 981 dan STQ berada di peringkat 686. Sedangkan volume keduanya di Indodax jika dirata-rata per harinya memang sudah di bawah Rp 35 Juta.

Padahal untuk mencapai volume Rp 1 Milyar per bulan harus memenuhi kriteria paling tidak memiliki volume di atas Rp 35 Juta per hari. Sebenarnya ada banyak hal kenapa ada aset digital yang sepi peminat, antara lain karena harga terlalu stagnan, proyek kurang menarik, potensi keuntungan kecil, tidak mampu bersaing, dll.

Sebagai catatan, SCC dan STQ merupakan aset digital yang berhasil listing di Indodax melalui proses Indodax community coin voting. Keduanya berhasil keluar menjadi pemenang dan akhirnya dapat ditradingkan pada platform Indodax. Siacashcoin Menang Dramatis Pada Voting Indodax Periode IV dan Storiqa Sebagai Pemenang Voting Periode I di Indodax.

Secara keseluruhan, aset digital yang diperdagangkan di Indodax memang ada beberapa yang volumenya juga ada di bawah ketentuan yang diberikan Indodax seperti BTT, GXC, Qtum, Sumo, dan XDCE. Siapakah yang akan menjadi aset digital pertama keluar dari Indodax? Kita tunggu saja update informasi terbaru kedepan dari pihak Indodax.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here